56. Menyesal

52 13 1
                                        

Zahra merasa Farhan menghindari dirinya. Setelah kejadian Zahra melihat Farhan bersama dengan seorang wanita Zahra berpikir apakah Farhan akan menjauhinya.

Zahra mencari keberadaan Farhan untuk membicarakan semuanya. Zahra butuh kejelasan dari Farhan.

"Han gua mau ngobrol sama lo. "

"Ya udah ngomong aja. "

"Gua cuma mau berdua. "

"Oke kalau gitu gua pergi dulu. " ucap Gilang

"Jadi apa yang mau lo obrolin? " tanya Farhan

"Waktu awal kita bertemu lo bilang ke gua kalau lo adalah sahabat gua? "

"Lo udah ingat semua? " tanya Farhan

"Iya, gua sudah mengingat semuanya. Bahkan gua mengingat kebersamaan kita. "

Farhan begitu senang dan langsung memeluk Zahra. Dirinya bersyukur karena Zahra sudah mengingat dirinya.

"Gua senang lo udah ingat semua. "

"Gua juga ingat sebelum gua pergi lo menyatakan perasaan lo ke gua. " ucap Zahra membuat Farhan terdiam dan melepaskan pelukannya

"Kenapa lo diam? " tanya Zahra

"Ah gak kok. "

"Kalau sekarang gua tanya apakah lo masih memiliki perasaan itu, lo akan jawab apa? "

"Ra, perasaan gua masih sama kok. "

"Lo bohong... "

"Gua bohong? "

"Perasaan lo sudah teralihkan Han. "

"Gak Ra. "

"Han, perasaan itu gak bisa dibohongi. Bibir lo memang mengucapkan perasaan itu masih sama, tapi hati lo? "

"Jujur, gua juga sebenarnya cinta sama lo. " ucap Zahra

"Lo cinta sama gua? "

"Iya Han, tapi gua gak bisa memiliki hubungan dengan lo? "

Gilang yang saat itu berjalan untuk mengambil barangnya yang tertinggal tanpa sengaja mendengar semuanya.

"Jadi selama ini Zahra dan Farhan begitu dekat? " ucap Gilang merasa kecewa dengan Farhan

Shalita mencari keberadaan Farhan untuk memberikan Farhan sebuah hadiah karena sudah mau menemaninya. Tanpa sengaja Shalita mendengar obrolan Farhan dan Zahra.

"Kenapa Ra? Apa karena Shalita? "

"Ra, gua dekat dengan Shalita hanya sebatas kakak dan adik. Gua udah janji terus temani dia karena dia sakit. "

Shalita tak menyangka Farhan akan mengatakan hal tersebut. Shalita berusaha menahan tangisnya dan berjalan menghampiri Farhan.

"Hai kak. "

"Lit? Lo udah keluar dari rumah sakit?"

"Alhamdulillah kak sudah seminggu yang lalu. Oh iya aku kesini cuma mau kasih ini ke kak Farhan. "

"Lo kasih gua hadiah? Tapi gua gak ulang tahun. "

"Itu sebagai ucapan terimakasih gua kak. Terimakasih sudah selalu ada buat aku, maafin aku ya kak karena sudah membenani kak Farhan. "

"Maksud lo apa? "

"Intinya maaf. Kalau gitu aku pamit ya kak. " ucap Shalita berjalan pergi meninggalkan Farhan

"Shalita tunggu.... "

Shalita menghentikan langkahnya dan menengok kearah Farhan. Darah mengucur keluar dari hidung Shalita membuat Farhan khawatir.

MINE 2 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang