"Duh laper, mana gak ada makanan apa apa. Pesan online aja deh. "
Octa mengambil ponselnya lalu memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang Octa merapihkan kamarnya yang sangat berantakan.
"Buset gua habis ngapain aja sampai nih kamar berantakan kayak gini. "
Setelah selesai merapihkan kamar Octa mendengar seseorang berteriak, sepertinya itu adalah kurir yang mengantarkan makanannya. Octa berjalan keluar rumah.
Octa terkejut melihat Fajri berdiri membawa makanan pesanannya. Fajri tersenyum lalu kembali menyapa Octa.
"Hai Ta, akhirnya lo keluar juga." ucap Fajri
"Lo beneran belum pulang? " tanya Octa
"Seperti yang lo lihat, gua masih disini. " jawab Fajri
"Gila ya lo. "
"Gak kok. Gua kan udah bilang sebelum lo mau maafin gua, gak akan sedetik pun gua pergi dari sini. " ucap Fajri
"Trus kalau gua baru keluar pagi, lo bakalan tidur disini? "
"Iya dong. "
"Siniin makanan gua. " ucap Octa
"Berarti lo udah maafin gua. " tanya Fajri
"Gak. "
Octa mengambil makanannya lalu kembali masuk kedalam rumahnya.
"Ternyata susah banget ya buat dapetin maaf dari Octa. " ucap Fajri duduk diteras rumah Octa
Malam semakin larut, Fajri masih setia duduk diteras rumah Octa menunggu Octa kembali keluar. Rasa kantuk mulai menghampiri, Fajri duduk dikursi teras rumah Octa lalu tertidur.
Waktu menunjukan pukul sepuluh malam. Octa keluar dari rumahnya dan melihat Fajri yang tertidur.
"Gua gak nyangka kak Fajri sampai segininya demi dapetin maaf dari gua."
Octa mengambil selimut lalu menyelimuti tubuh Fajri, tampaknya Fajri begitu lelap tertidur. Octa kembali masuk kedalam rumahnya dan memutuskan untuk tidur di ruang tamu.
Pagi pun tiba, Fajri membuka mata perlahan dan melihat Octa yang duduk disampingnya.
"Kok ada selimut di tubuh gua? "
"Gua udah masakin nasi goreng buat lo, makan dulu. " ucap Octa
"Makasih ya Ta. "
Fajri memakan masakan Octa dengan lahap, dirinya lumayan lapar. Setelah selesai Fajri kembali meminta maaf kepada Octa.
"Ta, gua benar benar menyesal udah pernah ngomong sejahat itu sama lo. Lo memang pantas marah sama gua, karena gua memang sudah keterlaluan banget. "
"Gua gak nyangka lo kak, lo sampai segininya cuma buat dapetin maaf dari gua. "
"Dulu kakak gua pernah bilang, kalau memang kamu salah lakukan apapun untuk minta maaf. Akuilah jika memang kamu salah. "
"Jadi itu alasannya. "
"Jadi? Lo mau maafin gua? "
"Ya setelah melihat perjuangan kak Fajri rasanya kurang ajar kalau aku belum maafin kakak. "
"Sekarang gua merasa lega karena lo udah mau maafin gua. " ucap Fajri
"Maafin gua juga ya kak udah bikin kak Fajri harus tidur diluar. "
"Gak apa apa kok. "
"Kak Fajri emangnya gak kuliah? "
"Ya ampun udah jam segini, kalau gua pulang dulu gak akan sempat. Gua bawa baju ganti sih, tapi masa gak mandi. "
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE 2
Teen FictionSetelah putus dengan Zweitson, Nadya memulai kehidupannya tanpa bayang bayang masa lalu Zweitson. Awalnya Nadya bisa melakukan semuanya, namun ternyata takdir lagi lagi mempertemukan keduanya. Shandy terus berusaha mendekati Nadya karena baginya ha...
