chapter 6 : pembicaraan

1.3K 151 19
                                    

      Saat ini aku sedang berhadapan  dengan Fang sembari meminum secangkir teh jasmin yang menenangkan, setidaknya itulah yang aku pikirkan sebelum memasuki topik pembicaraan.

" yang mulia.... bukannya yang mulia harus istirahat, kurasa kondisi anda juga harus diperhatikan..." Fang membuka suara, sosok yang lebih tua dua tahun dari Taufan. Terlihat khawatir akan kondisi tubuh ini, aku sempat tersentak saat mengetahui bahwa itulah kata pertama yang keluar dari mulutnya.  Memang akupun merasa tubuh ini bermasalah tapi berusaha ku abaikan.

" meski begitu ada banyak yang harus kita bicarakan bukan begitu Fang ...? "
Aku meminum tehku perlahan menikmati aroma manis dan segar, mengecapnya  secara perlahan. Demi kehidupan yang damai dan aman semua masalah harus ku singkirkan lebih dulu, ya semuanya....!!, ayo semangat diriku ...

" jadi ayo mulai dari kota ....!! " aku menopang dagu dengan kedua tanganku, memberikan senyuman lebar sembari menunggu jawaban dari prajurit bayanganku ini.

Cukup lama Fang terdiam, sampai helaan nafas panjang terdengar, Fang mengambil secangkir teh yang berada didepannya, memandangi warna merah  pekat dari teh tersebut  kemudian matanya mengarah pada ku.

" kondisi dikota sejauh ini masih terkendali ..... tapi -"

" Tapi tidak dengan daerah pinggiran kan ...? Apa masih ada penjualan budak dan pelelangan manusia disana ...? " aku bertanya dengan wajah serius yang dibuat buat, karna aku tau isi dari novel dan akhir dari karakter didepanku maka aku seharusnya bisa ber-reaksi setenang mungkin, namun dari segi karakter Taufan sendiri aku tak bisa menganggap ini sebagai mainan, apalagi  ini menyangkut keamanan  kerajaan.

" benar .... kami sudah mengatasi beberapa, namun seperti hama mereka terus saja kembali..... kami juga sudah menemukan lokasi dan jadwal pelelangan yang akan dilakukan, akan tetapi masih saja ada kendala yang harus kami hadapi untuk menangkap perdagangan gelap tersebut ...." Fang mengertakkan giginya kesal, dia merasa laporannya masih belum sempurna selama dia belum menemukan solusi untuk masalah ini, dan saat ini dia berada dalam kondisi itu.

" kau tak bisa menangkap mereka karna beberapa dari anggotanya adalah orang penting kerajaan kan ...? Mereka punya pengaruh besar dalam pemerintahan sehingga mereka bisa saja lolos dengan mudah .... !! Spekulasimu ada benarnya. Tapi itu juga bukan alasan  bahwa mereka bisa berbuat seenaknya. ...." aku menatap tajam pada manik nila tersebut.

Fang ... anak dari duke prebet Max seorang bangsawan yang sayangnya terlahir dengan kekuatan kegelapan yaitu bayangan, sempat ingin dieksekusi  oleh kerajaan karna dianggap ancaman  di masa depan, namun diselamatkan oleh Taufan karna  dia adalah sosok teman yang baik bagi Taufan, dan dengan susah payah Taufan membujuk raja dan ratu agar Fang tidak dieksekusi.

Mungkin saat itu umur Taufan masih sepuluh tahun dan Fang berumur dua belas, semenjak hari itu Fang menjadi prajurit dan teman yang royal pada Taufan.

Meski begitu ..... meski Taufan menyelamatkannya  dulu, bukan berarti dia akan tetap hidup. karna karakter Fang mati saat usianya memasuki delapan belas tahun sebelum debudante   Taufan, Fang dan keluarganya  tewas saat mengetahui kebusukan duke Retakka, dan sebelum dia mengungkapkan rencana retakka ke Taufan. Seluruh keluarga Prebet dibantai pada malam itu dan hanya Kaizo yang selamat, tragis memang tapi kali ini berbeda..! aku akan pastikaan  happy ending untuk orang orang yang berada disisiku dan untuk diriku sendiri .

" jadi apa rencana anda selanjutnya .... ?" Pertanyaan itu memecah lamunanku. Mengingat akhir karakter ini akan sangat disayangkan kalo dia mati, dia pasti bisa berguna untuk masa depan.

" tepatnya kapan dan dimana pelelangan manusia itu akan terlaksana ..? " aku tersenyum penuh makna ke arah Fang.

Saat melihat senyuman itu Fang yang hendak memakan sebuah biskuit menghentikan tindakannya dan secara tak sengaja menjatuhkan biskuit yang berada ditangannya ke meja, tatapan tak percaya di arahkan padaku yang  masih dalam posisi yang sama.

hikari no kakera (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang