Chapter 39 : pengorbanan

814 78 59
                                    


"Bayu..... kenapa kau tak suka novel ..?" Seorang gadis bertanya dengan lugu. Teman bukan lebih tepatnya sahabat masa kecilnya menatap dengan rasa penasaran.

" novel gak realistic Yu... mending baca ensiklopedia aja!? Ngapain lo habisin waktu lo buat baca yang gak penting kayak gitu " dengan malas Bayu membalas sahabatnya itu.

Mendengar penjelasan sahabatnya Ayu merasa kurang  puas, dengan kasar gadis itu mencubit pipi Bayu.

" aduh aduh sakit..... Yu !?" Rengeknya.

" huh..... Bayu kau tuh gak tau bagusnya novel, beberapa ada yang dimbil dari kisah nyata tau!! " masih mencubit pipi Bayu.

" aaaapa... bagusnya ? " dengan kasar Bayu akhirnya berhasil melepaskan diri dari tangan maut sahabatnya.

" hehehe..... tentu saja bagus, makanya jangan hanya berpatok pada buku pelajaran ama komik aja. " Ayu membusungkan dadanya dengan bangga, walau kalimat terakhirnya terdengar sedikit menohok Bayu yang notabennya lebih hobi baca komik daripada novel.

" eleh, komik ada gambarnya tau!? Seenggaknya gw masih bisa lihat langsung aksi digambar daripada bayangin doang ..." bela Bayu penuh kekesalan " lagian, ngapain lo suka banget dah ama novel gak jelas gitu " lanjutnya.

" ehhh, gw kan pengen jadi novelis terkenal Bay.!? Itu kan mimpi gw dari lama " ujarnya dengan mata berbinar.

" gw rekomendasiin lo beberapa novel menarik deh, terus lo harus jadi orang pertama yang ngebaca novel karya gw sebelum terkenal " ujar gadis itu dengan  wajah penuh semangat.

  Bayu hanya bisa pasrah " eehhh, ogah. Mending gw main game "

" baca pokoknya baca, kalo engak gw gak mau temenan lagi ama lo " ancam gadis tersebut.

" iya iya .... terserah lo aja dah " mendengar ucapan sahabatnya Ayu langsung tersenyum manis.

" dalam novel ada banyak pelajaran juga loh. " celutuk gadis itu sembari memandang langit.

" pelajaran ? "

" tentang saudara, persahabatan , keluarga. Serta" gadis itu menggantungkan ucapannya sebelum arah pandangannya mengarah pada Bayu, senyumnya merekah sampai memunculkan rona merah di pipinya " pengorbanan " lanjutnya.

Angin berhembus menerbangkan beberapa helai rambut sang gadis, pada saat itu. Detik itu Bayu bak melihat sosok wanita tercantik yang pernah dia ingat.

" hey .... Bayu seandainya aku dalam bahaya apa kau akan melindungiku ?" Pertanyaan itu tiba tiba terlontaar begitu saja dari mulut gadis manis tersebut.

" kenapa kau ragu..? Aku kan sudah janji akan menjagamu, Ayu jangan cemas selama ada aku gak akan ada yang menyakitimu " dengan malu malu Bayu mengatakannya.







"Ayu...."

    Manik safir itu perlahan terbuka,  menatap sekitar. Tempat yang asing baginya, kata pertama yang diucapkan bukanlah syukur namun sebuah pertanyaan ' aku masih hidup ..?'

Suara langkah kaki terdengar mendekat, " ah .... kau sadar rupanya " manik biru langit itu menatap manik yang memiliki warna yang sama dengannya.

" si....siapa ?"

" oh ... aku Beliung, kebetulan aku dan adikku menemukanmu dan saudaramu di tumpukan salju, aku pikir kau sudah mati. Tapi yaaaa... pertarungan yang brutal ya " pria dengan rambut biru tua itu mengacungkan jempolnya ke arah Taufan.

" Saudara ....?" ah Taufan seketika ingat bahwa dia bersama dengan Ice dan Thorn sebelumnya tapi dimana mereka sekarang..?

" Thorn ...Ice....Ugh.." Taufan memaksa tubuhnya untuk bangun namun dengan cepat rasa sakit menguasainya.

hikari no kakera (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang