chapter 44: we are not fraudsters

758 84 51
                                    

Boy menatap Yuli dengan pandangan heran ' sejak kapan dia ada disini..?' Mungkin karna tak mau ambil pusing Boy hanya menghiraukan gadis di sebelahnya.

'' kalian berdua keluarlah .... !?'' Dengan santainya Yoru menyuruh kedua orang yang sedang asik bersembunyi tersebut keluar dari semak semak, tentu saja mereka hanya tertawa canggung sembari menggaruk leher mereka, '' Boy ...? Apa yang kau lakukan disini ..?'' Revan tentu heran biasanya dia akan langsung menyadari kehadiran sang adik tapi kali ini berbeda, mungkin karna putra  cahaya bangkit sehingga kekuatannya menjadi tak setabil.

'' harusnya Boy yang bertanya!? Kakak kenapa ada di sini ? '' kesalnya, tak bisa dipungkiri bahwa Boy memang khawatir dengan kakak satu satunya ini.   Mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Boy, Revan hanya bisa glagapan tanpa  menjawab apapun.

Yoru menepuk jidatnya sembari memandang Yuli dengan tatapan kesal, masalahnya mereka udah bagi tugas Yoru yang melindungi bagian gelap hutan sementara Yuli akan mengawasi para anak panti dan juga tamu Taufan.  Tapi malah mereka berdua disini lalu siapa yang akan menjaga panti ..?

'' kembali ke postmu Yul, bukannya kita sudah membahas ini ...?'' Manik Violet itu memandang kesal.

'' iya iya,  gak ada yang perlu dicemaskan juga kan ..? Lagian kau kan udah memasang penghalang di sekitar sini '' dengan santainya Yuli berjalan keluar penghalang tanpa menunggu sabetan senjata dari Yoru. Yang Yuli gak tau adalah penghalang itu hanya di pasang di hutan belakang tempat hewan  kegelapan dan langka berada.

'' waow... kayaknya pangeran cahaya itu beneran kuat banget ya, sampai langsung ada tamu yang datang ''  Yuli menatap segerombolan orang berjubah hitam siap menyerang panti. Gempa sudah menyiapkan dinding tanah dan beberapa Golem untuk mengatasi mereka, disisi lain Nona Kuputri dan Yaya membantu sebisa mereka.

'' serahkan pangeran bungsu dan ke dua elf itu pada kami kalau kalian mau selamat. ...!?'' Ujar salah satu dari mereka dengan sombongnya.

'' Nona anda harus sembunyi bersama yang lain, saya yakin mereka bukan orang baik '' Glacier meminta Kuputri dan Yaya untuk bersembunyi bersama anak anak panti yang lain. Gadis itu menggiring Yaya dan Kuputri menuju tempat persembunyian, walau pikirannya masih tertuju pada kedua elf yang hilang entah kemana.

Disisi lain, tanpa babibu Yuli langsung menebas musuh didepannya, seringaian  penuh semangat bersarang di bibir manisnya, sudah lama dia tak merasakan menebas musuh. Sementara Yoru hanya bisa bernafas lelah.

''Frostfire, bisa kau jaga mereka selama aku membereskan sampah disana...? '' Yoru bertanya pada naga di depannya, tak berselang lama naga itu mengangguk setuju sembari mengubah wujudnya menjadi anak kecil seusia 15 tahun. '' pergilah Yoru .... anak anak ini aku yang urus '' ujarnya membalas ucapan Yoru.

'' kalian, jangan tinggalkan hutan ini apapun yang terjadi '' kedua elf itu hanya menatap serius, tatapan mereka tertuju pada sosok gadis yang berlalu menjauh itu.





Disisi lain Taufan dan Thorn dalam perjalanan pulang ke panti, '' kak tak apa ..? Wajah kakak terlihat pucat '' Ice bertanya karna biasanya Taufan bukanlah  pribadi yang biasanya diam.

'' aku hanya lelah Ice, lagian disini dingin sekali '' Taufan berusaha menghangatkan tubuhnya dengan mengeratkan jaket yang dia kenakan, tubuhnya sedikit gemetar.  Thorn terlihat khawatir terhadap sang kakak namun dia sudah terlanjur berjanji harus merahasiakan ini terhadap yang lain, jadi secara diam diam Thorn menyalurkan kekuatannya ke tubuh Taufan dengan memegang lengannya. Ice hanya menatap curiga ' apa kakak Taufan masuk angin ' batinnya.

Dengan cepat Ice mengcover tubuh Taufan dengan jaket yang dia kenakan sebelumnya, dengan senyum kecil dan tatapan lembut Ice berujar '' dasar, bukannya sebelumnya kakak yang bilang bahwa dingin tak akan membunuhmu ...''

'' pakailah, buat dirimu tetap hangat kak..!''lanjutnya. Taufan hanya bisa tersenyum canggung menerima pemberian sang adik.

' hahaha.... sial kata kataku menjadi bumerang sekarang .' Batinnya.

Di perjalanan Taufan dan yang lain  tak sengaja berpapasan dengan Hali dan Blaze, wajah mereka sedikit lebam dan terlihat kesal sekali.

'' kak Taufan ...? '' Blaze yang melihat kakak favoritnya segera menghampiri Taufan.'' Kak Taufan kedinginan, masak angin bisa masuk angin sih '' ledek Blaze entah kenapa semangatnya kembali saat melihat  Taufan. '' yaelah, kau meledekku ya Blaze '' kesal Taufan tapi masih mempertahankan senyumanya.
Mendengar itu Blaze hanya bisa tertawa hambar.

'' Taufan ...? Kalian baik baik saja..? Jadi bagaimana dengan Ice ...?'' Dengan pandangan cemas Hali bertanya. Taufan tersenyum lembut lalu menjawab pertanyaan sang kakak '' seperti yang kakak lihat kami baik baik saja kok ''  setelahnya Hali mulai bernafas lega.

'' tapi ada apa dengan kalian, kenapa babak belur begini ..? '' Heran Taufan melihat beberapa lebam pada wajah keduanya. '' hanya sedikit masalah '' ungkap Halilitar datar, dia tak ingin membuat adiknya cemas.

'' hmmm, apa benar ..?'' Ice menatap Halilintar dengan pandangan curiga. Taufan juga heran, bagaimana Blaze dan Halilintar bisa berada disini bukannya rute yang mereka ambil berbeda '' kak aku dari tadi penasaran, bukannya rute kita berbeda ya .... bagaimana kakak dan Blaze bisa berada di sini ...? '' pertanyaan Taufan sontak membuat kedua saudaranya yang lain waspada, '' kak Taufan ada benarnya jangan jangan kalian bukan pangeran Halilintar dan si otak ayam Blaze '' ungkap Ice setelah sadar akan kejanggalan itu, baik Ice dan Thorn mulai berdiri di depan Taufan seolah melindunginya.

'' Siapa yang kau panggil otak ayam hah...!?'' Blaze berteriak tak terima atas sebutan Ice padanya.

   Taufan yang keheranan hanya bisa diam memandang kedua adiknya, '' eh ... kalian kenapa ...?''

'' Thorn akan melindungi kak Upan !? '' tekat Thorn membara terlihat jelas dari kedua manik hijaunya. '' melindungi ? ... dari apa ...? '' Taufan bertanya heran dia sendiri tak tau dari apa dan siapa dirinya harus dilindungi..? '' tentu saja dari kedua orang yang menyamar jadi Blaze dan Halilintar'' Ice berujar yakin tatapannya tajam ke depan. Hali yang merasa dicurigai tentu saja tak terima.

'' kau berpikir kami penipu ...? '' kesalnya, kalo Hali gak ingat mereka adalah adiknya udah dia sabet mereka dengan pedang kesayangannya. '' memang iya, Thorn tak akan biarkan kalian mendekati kak Upan Thorn '' ungkapnya mengclaim Taufan adalah miliknya ' Oi yang benar saja ..? Aku bukan barang ' Batin Taufan.

'' kau bodoh ya Thorn, masak saudara sendiri gak kenal ...? Ini aku Blaze '' Blaze menunjuk dirinya berulang kali sembari menatap tak suka karna sang kakak seenaknya di cap miliknya.
' tunggu. Kalo begini situasinya bukakan-kah aku terlihat seperti gadis yang sedang diperebutkan ' '' JEDAR'' Taufan membayangkan efek petir menyambar dari belakangnya saat berpikir akan hal itu.

'' Ice menyingkir dari sana jangan buat aku harus menghukummu'' Hali mulai kesal karna dikira penipu oleh adik sendiri. '' Benar kak Hali Hukum saja mereka ..!? '' Blaze mendukung Halilintar dari belakang dengan sekesal karna di bilang otak ayam.

'' hehhehe...  lihat kau bukan Blaze yang asli ...... Blaze tak pernah memanggil pangeran Halilintar dengan sebutan kakak ..!? '' Tunjuk Ice pada Blaze dengan bangga. '' APA KAU BILANG ....!?'' Blaze tak terima.

'' situasi ini makin panas aja. Tapi melihat tingkah mereka seperti ini lucu juga ...'' ujar Taufan, dengan susah payah dia menahan tawa namun, nampaknya tak berhasil '' fftrrrr... hahahahha aduh kalian ini hahahaha '' Taufan tertawa lepas lalu memeluk Ice dan Thorn dari belakang '' mereka memang saudara kita yang asli no tipu tipu '' Ice dan Thorn memandang gak percaya ke arah Hali dan Blaze yang menatap mereka cemburu.

'' kak Taufan yakin mereka bukan musuh yang menyamar ..? '' dengan wajah memerah Ice bertanya. '' kikiki Ice .... aku yakin 1000 persen bahwa mereka asli, palingan setelah mendapat informasi dari kak Ocho mereka langsung mencari kita karna khawatir, bukan begitu Hali, Blaze .!?''ungkap Taufan sembari menatap keduanya dengan senyuman manisnya.

'' ah .... iya '' ujar keduanya berbarengan wajah mereka sudah bepaling ke samping guna menyembunyikan rona merah di pipi mereka.

TBC.....

Kali ini ku bumbui sedikit brothership, tingkah mereka lucu ya...?

Selain itu sorry kalo seandainya ada typo, jujur aja untuk chapter kali ini Ku gak tau mau nulis judulnya apa. Hehehe.


Ok segitu dulu see you next chapter ...

hikari no kakera (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang