Chapter 60 : the end

1K 84 198
                                    

3 bulan kemudian

'' Ying ....!?''

'' Yaya ..... salam sejahtera '' salam Ying sembari memetik pohon obat.

'' hmmmnn bagaimana dengannya ? Apa sudah ada perkembangan ...?'' Tanya Yaya dengan wajah sendu, Ying yang mendengarnya menghentikan kegiatannya. '' yah masih sama seperti sebelumnya, aku mau tau bagaimana dia akan bereaksi saat melihat patung ini. '' Ying mendongak ke atas menatap patung perunggu yang terukir wajah pahlawan mereka saat ini.

'' dokter Ying, sudah kudapatkan buah kelapa langit yang kau mau ...!? '' teriakan Yuli dan Yoru dari udara sembari membawa bungkusan buah ditas mereka.

Dengan cepat Burung elang raksasa itu mendarat dengan baik di depan mereka bahkan beberapa tanaman obat yang dikumpulkan Ying terbang terbawa angin '' huh....''  kesalnya melihat kedua gadis itu yang hanya bisa tersenyum canggung '' sorry '' ungkap Yuli sembari mencakupkan kedua tangannya, sementara Yoru mengusap bulu elang kesayangannya, sembari memutar matanya malas.

'' kenapa dia masih belum sadar, padahal sudah dicium gadis suci waktu itu '' ceplos Yoru blak blakan.  Yang membuat Yuli kesal karna bukan dia yang mendapat kesematan itu, iyap tiga bulan lalu memang Celestia menggunakan mulutnya untuk mendorong holly water ke dalam tubuh Taufan, air itu bisa mengobati bagian organ dalam yang hancur, dan harganya saja bisa seharga sebuah desa hanya untuk satu tetes air suci tersebut.

''YORU ...!?'' teriak Yuli gak terima.

'' apa .? Aku benarkan ? '' jutek Yoru, kedua gadis itu hanya bisa terdiam enggan menjawab pertanyaan fulgar dari Yoru.





'' Thorne .... mau menjenguknya lagi .? ''  Gempa menghampiri adiknya yang membawa seikat bunga mawar, Sejak kejadian itu adiknya terus menghias kamar itu dengan bunga sembari sesekali menyalurkan kekuatannya ketubuh orang itu tanpa lelah, berharap dia segera sadar.

'' iya kak, Thorm mau dia cepat sadar. Hmmm kak Hali dimana ?'' Walau agak canggung Thorn mempertanyakan kakak pertamanya itu. Dia tau bahwa sang kakak mulai sibuk dengan kerajaan sejak sang ayah terluka.

'' Hali ya.... dia sedang sibuk sekarang, kebetulan aku juga mau kesana ayo kita bareng aja. '' ajak Gempa, Gempa sendiri agak ragu saat membicarakan sang Putra mahkota, siapa yang gak akan kehilangan ketenangannya saat saudaranya kritis seperti ini. Tapi Hali dituntut membangun kembali kerajaan sejak pemberontakan itu selesai. Oh ya soal Retaka dia hancur menjadi bubur karna serangan combo mereka.

'' ayo ...'' walau tak seceria dulu, Thorn tetap menjawab dengan senyuman polosnya.

'' Blaze .... wajahmu kusut ada apa ?'' Ice bertanya saat mendapati saudaranya berwajah lelah. '' aku tak tau bahwa mengurus organisasi begitu sulit '' keluh Blaze sembari berjalan gontai. Yap, benar. Blaze dan Ice yang mengambil alih Kurokaze semenjak sang kakak koma. '' aku heran kenapa kak Taufan bisa melakukannya saat usianya baru enam tahun ..?''

'' tak ada yang tau Blaze kenapa bisa kak Taufan begitu tangguh, tapi aku berharap dia segera sadar. Aku merindukannya '' harap Ice, mereka berniat menjenguk sang kakak di kamarnya.

Saat hampir sampai di depan kamar Taufan mereka berpapasan dengan Thorn dan Gempa. '' hai kalian '' sapa Gempa ramah. '' hay kak '' lesu Blaze, ice sendiri udah tepuk jidat karna tingkah saudaranya yang satu ini.

Suasana canggung pun terjadi membuat mereka hanya bisa terdiam tanpa berkata apapun lagi.

Saat membuka pintu itu mereka malah dipertunjukan oleh adegan dimana Hali yang berusaha menyelimuti Solar yang terlelap sembari memegang erat tangan Taufan.

'' Hali ..? '' Gempa merasa aneh bukannya harusnya dia ada di singgasana saat ini '' kenapa kau ada disini ?''

'' aku hanya mampir '' masih dingin seperti biasanya. Thorn Sendiri tak mengindahkan adanya Halilintar dia maju dan menata mawar yang dia bawa di meja.

hikari no kakera (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang