chapter 9 : latihan

1.1K 150 43
                                    

    Aku saat ini sedang diobati oleh Gempa.  setelah kalah melawan Halilintar  dalam kaadaan basah kuyuk.

Kalian pasti penasaran kenapa aku berakhir seperti ini.? mari kita mulai dari awal.

    Semua berawal di pagi yang damai sampai pikachu itu muncul dan menyeretku ke tempat latihan, aku yang masih memproses apa yang terjadi hanya bisa memberontak, ya karna aku takbisa bertarung kalian ingatkan aku bukan Taufan yang asli.

" ayo ke ruang latihan ....." halilintar langsung memegang bagian belakang kerah bajuku menyeretku melewati lorong menuju ke lapangan yang biasa para prajurit gunakan untuk latihan.

"Eh. kakak tunggu.... agh .... "

" LEPASKAN AKU ......!!" teriakan itu terus ku kumandangkan, aku tak tau kalo Halilintar akan bersifat seperti ini. Ini berbeda dari novelnya. Dimana sifat acuhnya itu, selain itu Gempa selalu berada disisinya sekarang bukannya sebelumnya mereka gak dekat. Apa mungkin semua berubah dalam waktu beberapa hari.

   Gempa hanya mengikuti langkah kami dari belakang sembari tersenyum lembut. Atau menahan tawa ya .... entahlah yang jelas dia tersenyum sambil sedikit gemetar.

Dan disinilah kami ruang ah ... bukan lebih ke lapangan latihan. Aku berada disisi kanan dan Halilintar disisi kiri, Gempa hanya menjadi penonton.

Masing masing dari kami berdua memegang sebilah pedang, dan yang lebih parahnya ini bukan pedang kayu tapi pedang sungguhan, pedang yang apa bila tertebas kau akan benar benar ke alam lain. Walau aku sudah di alam lain sih tapi alam lain dalam artian sebenarnya.

" kenapa gak mau nyerang duluan ....? " Halilintar bersiap diposisinya bertahan.

" kak .....kak Hali juga gak mau nye....nyerang duluan ..."aku memegang pedangku dalam posisi siaga ada sedikit getaran pada pedangku.

" ok ..... bersiaplah ....!!" Halilintar menyerang tanpa ragu.

" HIIIIII...... "

TANK ........

" apa yang kau lakukan tak biasanya kau gemetar seperti ini ....!? " pedang kami saling beradu, aku juga tak mengerti bagaimana aku bisa menghindar dan menahan serangan Halilintar yang cepat itu, tak ada keraguan dalam setiap serangannya. Selain itu niat membunuhnya sangat kental.

Aku terus terdorong ke belakang, tanpa bisa melawan balik. Bukan karna tidak mau tapi tubuhku terasa berat hanya untuk bergerak terasa sangat sulit, serangan Halilintar seperti tanpa celah.

TANK.......TANK.....

"Taufan...... fokus !? atau kau akan celaka lawan aku dengan serius jangan main main ...!!" Halilintar terus menyerang tanpa jeda. Dan aku hanya bisa dalam kaadaan bertahan, ini sulit.

" aku sudah .... ugh .... sangat fokus kak ... "  bagaimana aku bisa mengalahkan tokoh utama sementara aku hanya tokoh piguran, menyebalkan.

" ugh ..... hah .... begini saja kak ..... "

TANK .....

" ka...kalo kakak mengalah aku kasi .... boneka kucing  oren. " tawarku sambil menahan serangan Halilintar. Gila tenagga orang ini gak ada habisnya.

"........" Bagus Halilintar kehilangan pokusnya.

" Hehe ....dapat ....." aku menendang kaki Hali menyebabkan dia sedikit oleng kemudian aku melompat ke belakang sembari melakukan salto dengan tumpuan satu tangan dan mendarat dengan aman di dekat kolam. Kembali ku pasang kuda kuda menyerang berniat balik menyerang.

      walau tubuh ini kehilangan jiwa Taufan yang asli, tapi memorinya masih diingat oleh tubuh ini, dengan kata lain semua gerakan menangkis dan menyerang yang kulakukan itu hanya gerakan spontan saja. Pantas aku bisa menghindari serangan Halilintar yang cepat itu.

hikari no kakera (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang