chapter 20 : lelang yang hancur

983 123 125
                                    

     "200"

  Borara mulai mengangkat tangannya, dengan suara berat di mengatakan tawarannya.

" 2000 koin emas .....!? Apa ada yang berani ... " Borara menatap ke arah Taufan yang memandang tak suka.

" 3000 koin emas ....." Taufan kembali menawar lebih mahal.

" Ka.....Kaze ....!? " Fang secara reflek menatap Taufan tak percaya.

" 4000 koin emas ...... " Selain mereka tak ada yang berani menawar karna jumblah yang terus bertambah.

" Ck ...... 4500 .... " kepanikan terlihat di raut wajah Taufan, seolah itu adalah uang terakhirnya.

  Melihat itu Borara merasa menang dengan cepat dia menaikkan Tawarannya.....

" 5000 koin emas....."  mendengar itu semua mata tertuju pada Taufan, menanti gerakan berikutnya namun, hanya gelengan yang mereka dapat.

" ada apa Tuan ..... apa anda kehabisan uang ...??" Borara bertanya dengan angkuhnya.

" ya ..... bisa dibilang begitu, aku memang kehabisan uang tapi kalian akan kehabisan waktu ..." ungkap Taufan dengan mata birunya yang seolah bercahaya.

Borara yang heran akan ucapan orang itu hanya menatap tak suka.

"TERJUAL ..... DUA ANAK ELF TERJUAL DENGAN 5000 KOIN EMAS ...." teriakan penuh semangat dari pembawa acara.

PRANG .....

BRUK.....

KYAAAAAAA...... ADA YANG JATUH .....

" IIII.....ITU ..... PASUKAN KERAJAAN, BA...BAGAIMANA BISA....? "



Sesaat setelah ucapan itu, tempat itu diserang oleh pasukan resmi kerajaan. Wajah wajah ketakutan terlihat dari sebagian besar orang disana, Hanya satu orang yang masih duduk dengan santainya, Sembari menopang wajahnya  dengan  tangan.

" Bukankah saya sudah bilang ..... saya mungkin kehabisan uang, tapi kalian kehabisan waktu..." ujar Taufan sembari tersenyum cerah.

" kau ..... SIAPA KAU SEBENARNYA ......!!" Borara menatap dengan pandangan tak suka, tangannya mengepal kuat.

" tak ada satupun dari kalian yang bisa melarikan diri dari sini ....?! Pelindung Taufan.... !!" Taufan berjalan pelan menuju podium sembari melemparkan bola angin ke udara.

Bola angin itu perlahan menjadi semakin besar kemudian melebur cepat berubah menjadi kubah besar yang memperangkap semua orang di dalamnya. Dengan Taufan sebagai pusatnya.

" Hahahahhahaha..... bagus ..... bagus, Kalian telah menghianati kerajaan dengan memperjual belikan mahluk mahluk langka serta menjual budak.... "

" Kalian pikir bisa pergi dengan mudah setelahnya ....? " suara yang ceria berubah menjadi begitu menusuk dengan cepat.

" SIAPA KAU SEBENARNYA ..... KAU PIKIR KAU BISA LARI DARI INI .... AYAHKU ADALAH MENTERI HEBAT KERAJAAN ...!? KAU GAK AKAN BISA LOLOS DENGAN MUDAH BAJINGAN ...!?" Seorang pemuda dengan  angkuhnya berteriak sembari menunjuk Taufan yang sedang berada di atas podium.

" oh ..... ayahmu akan sangat menyesal setelahnya ...." Taufan hanya menaggapi itu dengan  kata demikian.

" lebih baik kalian jangan melawan .... kalo tak mau terluka .....!?" Fang berujar tegas, sembari mengeluarkan bilah pedangnya yang mengarah pada para tamu undangan.

Taufan mendekati kandang yang berisikan dua anak elf tersebut.

" woi ..... berikan kuncinya padaku ....!?" Titah Taufan pada pemandu acara yang ditahan oleh salah satu prajuritnya.

hikari no kakera (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang