CATATAN : CERITA INI HANYA FIKSI DAN TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN DUNIA NYATA, KARAKTER DALAM CERITA INI MILIK MONSTA SAYA HANYA MEMINJAM SAJA.
KALO BERMINAT SILAHKAN BACA ......
BANYAK TYPO DAN CERITA MUNGKIN GAK NYAMBUNG.
Catatan :gambar bukan...
Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh semua orang, dan salah satu hari yang mendebarkan untuk Taufan. '' Sopan apa semua rencana berjalan dengan baik ..? ''
Sopan yang membantu Taufan mengenakan jubahnya tersenyum lembut lalu menjawab pertanyaan yang dilontarkan tuannya tersebut. '' anda jangan khawatir, semua sesuai rencana dan hamba mendapat kabar bahwa tuan Fang dan pasukan yang lain sedang dalam perjalanan menuju istana '' Taufan tersenyum senang saat mendengarnya, namun entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya.
'' Sopan, aku harap semua berjalan sesuai rencana aku tak ingin ada kesalahan dalam rencana ini !?'' Tegas Taufan. Sekali lagi Sopan menenangkan Tuannya. '' Tuan bagaimana kalo begini saat semua selesai mari rayakan dengan minum minum bersama yang lain..? ''
Taufan tertawa canggung '' kau tau Sopan kalimat itu tak akan membantu sama sekali '' Taufan ingat di anime yang dia tonton kalimat seperti itu sering muncul dan selalu menjadi kalimat terakhir sebelum karakter tersebut mati dengan tragis, dan sekarang dia malah mendengarnya langsung. Haha sudah tak ada harapan dah. '' hamba tau, tapi setidaknya itu bisa menjadi sebuah harapan untuk hari esok tuan, walau itu hanya akan menjadi harapan semu semata '' ujar Sopan sendu. Jangan salah paham Sopan selalu mendengar kalimat itu dari prajurit sebelum perang dilakukan namun. Pada akhirnya yang tersisa hanya kata tanpa adanya harapan.
'' aku mengerti, kalau begitu ayo buat agar itu terwujud dan tak akan menjadi sekedar harapan '' hibur Taufan, ah.... tuannya ini sangat pandai dalam menghibur '' iya.... mari lakukan sesuai perkataan Tuan '' Sopan sedikit kikuk, bukannya seharusnya dia yang menghibur tuannya saat ini.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya sama sama menghembuskan nafas lelah. " Huh.... ''
Pintu perlahan dibuka menampilkan sosok pemuda gagah disana. Membuat yang memandangnya terkagum kagum.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[ Anggap aja Taufan lagi memakai pakian itu ]
'' ini benar kau Fan ..?'' Hali menatap adiknya gak percaya, '' mau gimana kak ini acara formal, mana penata busanaku niat banget. Sebenarnya aku risih tau pake pakean berlapis gini '' Taufan menyisir rambutnya ke blakang menambah kesan cool dari wajahnya yang memang dasarnya ganteng.
'' Kalian juga bukannya sama saja. '' ejek Taufan dengan senyum jahilnya ke arah kedua saudaranya. Gempa menggaruk pipinya ragu, memang pernyataan Taufan ada benarnya ini terlalu berlebihan hanya untuk sebuah acara.
'' ya... kakak Taufan kan tau ini acara penting '' cicitnya ragu.