" Huaaaah, kelihatannya enak " beberapa anak panti terlihat berbinar saat melihat makanan yang tersaji di atas meja, tak terkecuali Blaze dan Solar.
" uah .... Blaze gak tau kalo kakak bisa masak ." Ujar Blaze semangat mengungat Taufan bukan tipe orang yang sering masuk dapur.
" Gem juga gak percaya loh kak, kalo kak Ufan bisa menakar semuanya dengan benar bahkan tanpa resep kue " Gempa mengunyah biskuit yang kubuat sembari tersenyum bahagia.
" hmmm, tak buruk " ujar Hali sambil memandangi biskuit berbentuk hati ditangannya.
" masih lebih baik dari makanan yang kak Hali buatkan ..? " ujar Thorn polos.
" hitam dan meledak ledak " lanjutnya sembari menunjukan wajah polosnya.
" Jebs ...." ketiga orang yang merasa tersindir langsung membatu ditempat
Anjir, Thorn ngomong gak mikir dulu, kena mentalkan mereka bertiga, Batinku sembari melihat wajah murung ketiganya.
" hehehe kalian laparkan..? Ayo makan setelah itu aku akan membawa kalian ke suatu tempat yang bagus." Ujarku seingatku ada satu tempat yang bagus didalam cerita ini, pasti mereka menyukainya.
" tempaat apa kak..? " tanya Solar mewakili yang lain.
" nanti kalian akan tau sendiri " ujarku sembari menaruh jari telunjuk dekat bibir.
Mereka memandang penuh akan rasa penasaran sementara aku hanya menikmati wajah bingung mereka, kalo seperti ini mereka semua terlihat imut banget deh.
Setelah makan malam aku mengajak mereka ke padang rumput yang cukup luas, alang alang nya cukup tinggi mencapai betis orang dewasa. Selain itu disebelah padang rumput ini terdapat danau kecil yang memantulkan cahaya bulan purnama malam itu, tenyata persis terlihat seperti dalam novelnya tapi bukan itu yang mau aku cari, poin utama yang mau aku cari dari sini adalah.
" kak Taufan tempat ini .!" Gempa merasa takjub akan pemandangan malam di padang rumput kecil ini.
" bagaimana kau tau soal tempat ini fan ..?" Hali terlihat heran akan penemuan luar biasaku.
Aku tak menbalas mereka sebaliknya aku berjalan perlahan ke tengah padang rumput itu sembari tersenyum. Setiap langkah yangku ambil menimbulkan cahaya cahaya kecil berterbangan ke udara sampai aku berada di tengah lapangan aku membuat gelombang angin kecil yang menyebabkan rumput rumput bergoyang membangunkan lebih banyak cahaya cahaya kecil memenuhi sekeliling kami. Yang lain memandang takjub akan apa yang mereka saksikan.
Aku tersenyum menatap pada bulan sebelum memutar tubuhku menatap para pangeran serta anak anak panti disana, menunduk sedikit layaknya pembuka acara sembari tersenyum senang aku berujar " para hadirin sekalian kupersembahkan pertunjukan kunang kunang pada kalian dengan judul pecahan cahaya ....!! Mari mendekat dan bergembira bersama "
Blaze dan Thorn yang paling awal berlari ke arahku sembari berteriak senang, mereka langsung menerjang tubuhku, membuatku memeluk mereka erat dan sedikit memutar tubuh mereka dalam pelukanku sebelum kami akhirnya terjatuh bersama di tengah padang rumput itu.
Wajah mereka yang tertawa sampai menimbulkan rona merah pada pipinya membuatku ikut tersenyum senang, Solar berlari kecil ke arahku dan langsung menjatuhkan dirinya ke tubuhku.
" KAK TAUFAN ..!?"
BUGH ..
"Uhuk... " aku sedikit terbatuk karnanya walau tubuhnya anak anak tapi, dia itu cukup berat.
" Solar kau memang kecil tapi masih tetap berat " ujarku sebari mengelus pucuk kepala anak itu, Solar hanya. Mengembungakan pipinya kesal.
" hahahhahaahahahhahaha" suara gelak tawa terdengar, malam itu kami menikmati malam sembari bermain bersama, Sembari melihat wajah bahagia mereka aku tersenyum. seandainya waktu bisa berhenti aku berharap mereka bisa terus seperti ini selamanya tertawa dan tersenyum bahagia.

KAMU SEDANG MEMBACA
hikari no kakera (End)
FantasyCATATAN : CERITA INI HANYA FIKSI DAN TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN DUNIA NYATA, KARAKTER DALAM CERITA INI MILIK MONSTA SAYA HANYA MEMINJAM SAJA. KALO BERMINAT SILAHKAN BACA ...... BANYAK TYPO DAN CERITA MUNGKIN GAK NYAMBUNG. Catatan :gambar bukan...