''DIA BERKENCAN DENGAN PEDANGNYA !?. harus ku katakan berapa kali lagi Ying, dia tak bersama siapapun selain pasukan yang kukirim bersamanya .!?'' Ying akhirnya bernafas lelah, pisau bedah yang berada di dekat leherku perlahan di turunkan. '' Kau hanya memberinya catatan tentang siapa saja yang harus ditangkap malam ini dan salah satunya adalah pelaku yang menyerang kediaman Fang ..? '' terka Ying , yang ternyata tepat sasaran. '' iya bukankah Deta sudah memberitaumu soal ini ...?''
'' dia tak mengatakan apapun '' agh sial aku lupa kalo Deta otaknya aja yang encer tapi pikunnya kelewatan batas.
'' k..kau kan tau dia pikunnya minta ampun, mungkin dia lupa menyampaikannya kepadamu.Ying '' aku juga sih yang bodoh kenapa aku harus nitip pesannya ke Deta harusnya Gentar aja waktu itu.
'' kalo kau tau dia pelupa kenapa harus dengannya kau menitipkan pesan..!? Apa kau bodoh ''
''Iya maaf aku yang salah soal itu '' ujarku agak menyesal soal ini.
''HUH...lupakan, selanjutnya apa yang akan kau lakukan, setelah bertemu denganmu. Retaka pasti tak akan tinggal diam ..!? '' Ying memainkan pisaunya dengan lihai di tangannya.
'' ya .... kita lihat saja nanti, aku sudah melemahkan dia sebelum dia mengambil langkah selanjutnya. Sekarang kita hanya perlu menunggu '' ujarku sembari tersenyum senang.
POV Taufan end.
BRAK .....
'' ANAK KURANG AJAR ITU... MENGGANGGU SEMUA RENCANAKU !?'' teriakan frustasi terdengar membuat semua pelayan yang ada di sana merasa ketakutan.
'' hmmmmm, bukankah sudah ku katakan jangan meremehkannya '' gelas wine dengan anggur merah itu diangkat sehingga menutupi pria yang sedang mengamuk di depaannya. '' KAU ...!? BUKANKAH KAU KU PERINTAHKAN UNTUK MEMBUNUHNYA ? KENAPA MELAKUKAN TUGAS SEMUDAH ITU SAJA KAU TAK BISA HAH..!!'' Retaka menunjuk marah gadis bermanik violet itu, seakan tak terganggu dengan amarah yang di layangkan Retaka gadis itu meneguk anggur itu dengan santai.
'' hmmm, membunuh ? Apa yang anda bicaarakan. Anda hanya memberi saya tugas mengawasinya, selain itu, bukankah anda membuat pria ini berada di sisi saya.?'' Seorang pria dengan rambut dikunci kuda dan mata abu kebiruan itu menunduk hormat.
'' lihat pemuda gagah ini, kau kehilangan orang yang kau jadikan sandra untuk mengendalikannya sekarang kau memberikannya padaku sebagai boneka. Hihihi kau sangat lucu tuan Retaka '' tawa kecil berhasil lolos dari bibir manis gadis itu.
'' huh .....!! Kenapa kau tak habisi mereka saat mereka bertarung dengan anak buahku...?'' Retaka menyerah membentak gadis ini dia tau, jika dia berlebihan maka dia tak akan bisa mengendalikan gadis yang dijuluki master boneka itu '' apa karna pangeran Taufan menyelamatkan nyawamu saat di pavilliun Cahaya waktu itu.'' Terka Retaka.
'' hahahahahhaaha ..... andaa berpikir saya gadis yang akan dengan mudah jatuh cinta hanya karna diselamatkan sekali, lucu sekali. Mengingat anda tau bagaimana saya membantai klan saya, klan Kurokawa ...'' tawa gadis itu lepas namun disamping itu wajahnya menatap dingin Retaka seolah meremehkan.
'' ingat, anda hanya memerintahkan saya untuk mengawasi, Caos kalah dari pangeran Halilintar karna memang dia lemah bahkan mati saja tak bisa memberikan kutukan pada musuhnya, kemudian Huru dan Hara hanya bocah yang suka bermain. Mereka tanggung jawab anda, mereka bukan urusanku '' gadis itu berdiri dari posisinya dan mulai merangkul pria di sebelahnya dari belakang. '' bukan begitu Maripos..?''
'' iya itu benar'' tatapan kosong dan nada yang kaku terdengar dari Maripos, dia telaah dikendalikan.
'' aku sudah cukup bekerja, anda menyuruhku membunuh kepala pelayang aku lakukan. Sekarang aku lelah aku hanya akan menikmati acaranya. '' Viona meregangkan tubuhnya sembari berjalan pelan menuju pintu keluar diikuti oleh Maripos, meninggalkan Retaka yang menggeram marah. '' TUNGGU '' langkah kedua orang itu terhenti seketika.
'' kalo kau mengikuti perintahku, lalu kenapa kau tak menghabisi anggota kurokase saat itu ..? '' Retaka bertanya sembari mengepalkan tangannya marah .
'' saya tak menyangka bahwa anda sebodoh ini.'' Gelengan kepala di tunjukan gadis itu, membuat Retaka berteriak geram '' APA MAKSUDMU .!?''
'' bukan hanya bodoh anda bahkan tak bisa mengontrol emosi anda, ya ampun'' seolah tak gentar gadis itu terus memperkeruh suasana '' berhenti dengan omong kosongmu dan jelaskan padaku !!'' Retaka menyiapkan sihirnya yang siap di tembakkan ke kepala sang gadis.
'' anda benar benar berniat membunuh saya rupanya ..? '' seringaian tipis terlihat dari wajah Viona. '' lalukanlah jika anda mau ditangkap di istana, ingat ini bukan kediaman anda ini adalah istana kerajaan element tempat hukum di tegakkan '' menyadari ucapan Viona Retaka menurunkan tangannya.
Viona tersenyum puas akan pertunjukan yang dia lihat '' bagus. Beginikan lebih baik, sekarang akan saya jelaskan dengan seksama jadi dengarkanlah tuan Retaka '' ujar Viona.
'' apabila saya membunuh penjaga saat itu, yang dicurigai pertama adalah anda. Dan anda akan dituntut dengan tuduhan pemberontakan. Jadi saya menggunakan kambing hitan, siapa yang menyangka kalo pangeran Taufan sangat percaya pada bawahannya sehingga rencana saya gagal '' jelas viona dengan santainya.
'' Kalo begitu ini perintah terakhirku, bunuh semua pangeran dan bantu aku merebut tahta maka aku kan membantumu membebaskan adik kecilmu dari tangan Kutokaze. Bagaimana '' ujar Retaka penuh akan kesombongan.
'' hmm ... kenapa tidak, selama aku bisa melihat sesuatu yang menarik aku akan melakukan apapun '' Viona tersenyum puas, kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang di tempati Retaka.
'' Gadis sialan itu .!? Kalo saja kekuatannya gak ku butuhkan aku sudah lama membunuhnya. '' Retaka berujar marah. Manik matanya menatap tak suka pada pintu yang baru saja dilalui Viona.
Disisi lain Fang dan sebagian pasukan kurokaze mengerang kediaman Borara dibantu oleh kakaknya Kaizo dan juga tunangan dari kakaknya Kirana. Pertarungan yang mereka lalui sangat sengit tapi, mereka berhasil mengalahkan Borara dan antek anteknya.
'' Kau sudah kalah Borara!? Katakan dimana persembunyian dari komplotanmu yang lain ..!? '' titah Kaizo. Pedang yang tertancap dilengan lawan dia tekan membuat lawannya megerang kesakitan.
'' AAAGH......''
'' KATAKAN !? '' tatapan amarah jelas bersarang pada manik merah rubinya. Fang yang saat itu sedang diobati Kirana menatap kakanya dengan pandangan kagum.
'' huh. Huh. , hahahahaha kau tak akan bisa menemukannya, hanya pimpinan tertinggi yang tau akan hal itu '' dengan angkuh Borara berujar.
'' SIAPA PIMPINAN TERTINGGI YANG KAU MAKSUD ..!? '' kata dengan nada tinggi itu membuat siapapun bergetar saat mendengarnya.
'' HAHAHAHHAA..... SAMPAI MATIPUN AKU TAK AKAN MEMBERITAUMU, DASAR ANJ-''
''CRAS....!?'' tanpa menunggu Borara menyelesaikan kalimatnya. Kepala serta tubuhnya sudah terpisah, Kaizo memenggalnya dengan tatapan dingin bersarang di kedua maniknya. Setelahnya dia mengibaskan pedangnya guna menghilangkan darah kotor yang melumuri pedang kesayangannya itu.
'' Fang, bagaimana menurutmu .? Apa kau mengetahui sesuatu '' pertanyaan itu sontak membuat Fang menoleh ke Kirana.
'' ini hanya opiniku semata kak, mungkin yang dimaksud Borara adalah paman dari pangeran, Retaka. '' semua mata langsung tertuju pada Fang.
'' Bagaimana kau bisa menyimpulkannya seperti itu Fang ..!? Ingat dia masih anggota inti dari kerajaan ini. '' ungkap Kirana.
'' aku tau kak Kira tapi, sejak beberapa bulan ini pangeran Taufan sudah menyelidiki duke Retaka dengan seksama dan hasilnya memang ada tanda tanda pemberontakan. '' jelas Fang dengan raut wajah gusar.
'' Kalo seperti itu, kita harus segera kembali ke kerajaan sekarang juga.'' Tegas Kaizo.
'' PRAJURIT. TANGKAP SEMUA ORANG DI KEDIAMAN INI, JIKA MEREKA MELAWAN HABISI !?'' Titahnya.
'' SIAP KAPTEN ..!? ''
TBC .....
Maaf kalo banyak Typo, akhir akhir ini entah kenapa aku malas nulis, semoga kalian terhibur dengan chapetr ini.
See you next chapter

KAMU SEDANG MEMBACA
hikari no kakera (End)
FantasyCATATAN : CERITA INI HANYA FIKSI DAN TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN DUNIA NYATA, KARAKTER DALAM CERITA INI MILIK MONSTA SAYA HANYA MEMINJAM SAJA. KALO BERMINAT SILAHKAN BACA ...... BANYAK TYPO DAN CERITA MUNGKIN GAK NYAMBUNG. Catatan :gambar bukan...