Fang terlihat tak nyaman dengan acara Formal seperti ini, dia memang selalu menghindari keramaian, takut dikejar fans.... saking populernya dia bilang begitu, dasar narsis emang.
Berbeda dengan Fang, Taufan menikmati dikerumuni oleh gadis gadis bangsawan yang mulai tertarik dengan karisma Taufan, kalian penasaran kenapa. Itu karna saat ini Taufan bersikap seperti Thorn.
" kyaaaaaa..... imut banget sih kamu, beneran gak suka yang pahit ya, kalo makan cake aja gimana ....? Kakak ada caramel muffin loh ..." ujar seorang tamu wanita disana.
" Tapi ..... kata kak Kage, Kaze gak boleh deket ama orang asing..... " wajah yang terbilang baby face itu membuat Taufan lebih mudah dan leluasa memainkan actingnya.
" iiiihhhhh ...... jangan pikirkan ucapan kakakmu itu, masak anak imut begini di ajak ke sini sih ....?" Ujar wanita lainnya yang menatap gemas Taufan.
Sesekali Taufan mendapatkan cubitan dipipinya.
" sakit ....... kakak kakak cantik, nanti Pipi Kaze melar bagaimana...?." dengan acting memelasnya Taufan berhasil memebuat semua wanita disana berteriak.
"KYAAAAAAAAA........ KAWAIIIIIIII...... "
Fang hanya bisa geleng geleng kepala saja melihat hall itu. " aku yang populer dan lebih ganteng aja gak dikrumuni, lah dia sifat kayak bocah malah di krumuni cewek .... " pikirnya.
" maaf nona nona sekalian ..... tapi ijinkan saya untuk membawa adik saya ini ....." Fang menarik tangan Taufan setelah mengatakan hall itu, tampa menunggu jawaban dari para gadis itu. Fang membawa Taufan menjauh.
" bye bye .... kakak kakak ....." ujar Taufan sembari melambaikan tangannya.
Setelah mengambil kursi mata Taufan tak henti melirik sekitar, dia bisa mengenali beberapa dari mereka walau wajah mereka tertutup topeng, seperti seseorang dengan topeng harimau yang duduk di kursi di depannya, dia adalah bawahan langsung dari Retaka, yaitu Borara.
" kali ini mereka gak akan bisa lolos..... " guman Taufan. Fang yang melihat itu merasa heran, dari topeng yang dikenakan para bangsawan ini dia tak bisa melihat sosok asli mereka, tapi dari gumaman Taufan tadi. Fang yakin bahwa Taufan telah mengetahui identitas mereka.
Fang menghela nafas pelan sembari menatap ke arah panggung yang terlihat seperti panggung teater tersebut.
" baiklah .... baiklah ...... para hadirin yang terhormat untuk membuka lelang saat ini kita akan mulai dengan anak naga api ini...... walau masih muda.... tenaganya sangat luar bisa, dan spesies terlangka saat ini ..." seorang pemuda menggunakan jas hitam dengan rambut hitam disisir rapi ke belakang membuka acara pelelangan.
Mata Taufan dan Fang langsung tertuju ada mahluk yang akan di lelang, naga kecil itu penuh luka, tertidur dalam kandang yang telah dimantrai. Mata sang naga menunjukan kepasrahan dan juga keputus asaan.
" aku ingin naga itu ....." Taufan menyeringai lebar kala matanya terlihat kilatan cahaya yang menandakan dia tertarik akan mahluk itu, Fang yang menyaksikan hal itu mulai merinding karna selain di medan perang, seringaian itu tak akan di tunjukan.
" kita akan membuka dengan 50 koin emas ...... silahkan dimulai ...."
" 100....." seorang wanita menaikkan tangannya sembari berteriak dia memainkan kipasnya membuat pose seanggun mungkin.
" 200....." Taufan tak mau kalah, matanya menatap tajam sembari tersenyum ke arah sang wanita, decakan kesal dikeluarkan pertanda ketidak sukaan.
" wah ...wah pertarungan semakin sengit ada lagi yang mau mendapatkannya....?"

KAMU SEDANG MEMBACA
hikari no kakera (End)
FantasyCATATAN : CERITA INI HANYA FIKSI DAN TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN DUNIA NYATA, KARAKTER DALAM CERITA INI MILIK MONSTA SAYA HANYA MEMINJAM SAJA. KALO BERMINAT SILAHKAN BACA ...... BANYAK TYPO DAN CERITA MUNGKIN GAK NYAMBUNG. Catatan :gambar bukan...