Mereka berbaris membentuk dua barisan berbanjar. Mereka menghitung dari angka 1 sampai 4 dan kembali lagi ke angka 1. Ziva berdecak sebal ketika ia masuk ke dalam regu 2 yang mana tak ada Rian di sana. Tapi seharusnya ia bersyukur karena ada Wahyu, Dila, Tio, There, dan juga Anni di dalam regunya.
Setelah berbagai macam persiapan dilakukan, satu persatu dari mereka mulai berjalan menuju pos pertama. Setiap regu diberikan satu kalimat yang dijadikan amanah, apabila bocor ditengah perjalanan maka mereka akan mendapatkan hukuman di pos terakhir nanti.
Regu kedua kini telah sampai di pos pertama, tampak dari kejauhan regu pertama telah menuju persawahan dengan yel-yel yang terus dinyanyikan. Ziva diberi selembaran kertas berisikan soal-soal yang ditulis dengan sandi kotak 1. Wahyu hanya dapat menjawab tiga dari lima soal setelah dibantu oleh para anggota regu.
"Karena kalian hanya berhasil menjawab tiga soal, maka kalian kakak hukum skor jump di dalam air. Ikut kakak," ucap Kak Ahmad sambil berjalan ke arah aliran air yang mengairi sawah.
"Silahkan turun"
Sepatu dan celana mereka basah, hari yang mulai panas membuat mereka sedikit gelisah untuk berjalan. Apalagi saat menaiki tebing guna menuju pos kedua. Ziva dan regunya beristirahat di bawah pepohonan kopi sambil menunggu regu pertama selesai di pos ini. Ziva melihat ke bawah, tampak regu ketiga tengah turun di dalam aliran air.
"Regu ketiga siapa, sih, pemimpinnya?" tanya Anni sambil memeras celana olahraganya.
"Rian tuh," jawab Wahyu.
"Oalah pantes kena hukum. Rian, kan, gak bener haha," ucap Anni disambut tawa para anggota regu.
Ziva bersama regunya berjalan menuju sebuah pondok. Kak Doni dan Kak Merza telah menunggu di sana dengan papan LJK ditangan mereka. Ini adalah pos materi, baik materi kepramukaan ataupun materi umum akan mereka tanyakan di sini. Ziva berjongkok mengisi satu persatu soal dihadapannya dengan dibantu oleh anggota satu regunya. Waktu yang diberikan hanyalah sepuluh menit.
"Sebutkan urutan tingkatan dalam penggalang ..."
"Oalah ramu, rakit, terap"
"Kode kehormatan Pramuka adalah?"
"Tri satya dan Dasa Dharma"
"So far so good," ucap Wahyu manggut-manggut.
"Kepres nomor berapakah tentang gerakan pramuka? Duh soalnya agak lain, nih, Kak," keluh Ziva sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Lah mana saya tau," kata Wahyu.
"Ya sama," ucap para anggota yang lainnya.
"Aduh waktunya tinggal satu menit lagi"
"Pasrah aja, lah"
Mereka mengumpulkan kertas berisi jawaban tersebut. Kak Merza manggut-manggut sambil menandai kertas tersebut.
"Kalian udah berusaha, dan selamat ... kalian cuma benar dua"
"Selamat, dua juta rupiah untuk kalian. Hadiah dipotong pajak," sambung Kak Doni.
Regu kedua hanya menyeringai dengan wajah tak bersalah. Kak Merza meletakkan lembar jawaban itu di pondok, lalu berjalan ke arah mereka dengan raut wajah santainya.
"Dek, kalian ada amanah, kan?"
"Siap ada!"
"Apa?"
"Patriot yang sopan dan kesatria!"
"Bagus. Ambil lima kali skor jump, Wahyu tolong pimpin"
"Loh loh?"
Ziva mengambil posisi skor jump dengan raut wajah kebingungan. Ia tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan teman-temannya. Bukankah yang mereka sampaikan memang benar?
KAMU SEDANG MEMBACA
KABAMAS [Selesai]
Teen FictionMenang itu, bukan tentang siapa yang mendapatkan medali maupun piala. Bukan pula orang-orang yang menyimpan puluhan piagam di rumahnya. Tapi, menang itu adalah sebuah proses di mana seseorang bertekad untuk merubah sesuatu menjadi lebih baik dibandi...
![KABAMAS [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/310224513-64-k166125.jpg)