Menang itu, bukan tentang siapa yang mendapatkan medali maupun piala. Bukan pula orang-orang yang menyimpan puluhan piagam di rumahnya. Tapi, menang itu adalah sebuah proses di mana seseorang bertekad untuk merubah sesuatu menjadi lebih baik dibandi...
Ziva dan kawan-kawan berlarian menyerbu bagian tumpukan kayu pohon yang baru saja di tebang oleh sekolah. Ada beberapa orang yang juga berada di sana. Ia mengambil dua buah ranting dan tanpa sengaja tertusuk oleh duri yang berada pada ranting itu.
"Aww sakit," ucapnya kaget.
"Eh, kamu gak papa, Dek?" tanya kakak bermata sipit yang belum diketahui namanya oleh Ziva.
"Gak papa, Kak. Cuma ketusuk duri sedikit"
"Kalo ketusuk itu kenapa-kenapa, yang gak apa-apa itu kalo kamu nyenggol angin"
"Lah? Gimana nyenggol angin?"
"Ya, kakak juga gak tau hehe. Nih ambil punya kakak rantingnya," ucapnya sambil memberikan dua buah ranting sama besar.
"Terus kakak gimana?"
"Aman. Bisa cari lagi"
Ziva berlari menuju lapangan karena waktunya sudah hampir habis. Ia berdiri di tengah lapangan bersama beberapa orang lainnya. Kakak tadi berlari ke arah suatu pohon, berniat ingin mematahkan rantingnya.
"Jangan ambil yang masih hidup. Pramuka enggak merusak alam tapi mencintai alam," tegas Kak Alvi.
Kakak itu langsung meloncat seolah-olah hanya berolahraga saja. Ia lalu berlari ke belakang toilet laki-laki dan mengambil ranting pohon di belakang sana. Setelah semuanya selesai, Kak Alvi mulai mengajarkan smaphore kepada mereka. Ziva memperhatikan dengan serius, mempelajarinya meskipun saat mencobanya ia sering keliru.
"Oke. Kakak tes ya"
"Siap Kak!"
"A"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mereka mulai menggerakkan tangan membentuk pola yang telah di ajarkan oleh Kak Alvi sebelumnya.
"G"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan cepat Ziva mengatur posisi tangannya agar tidak terjadi kesalahan. Saat melewati beberapa huruf ia sempat merasa takut dan sampailah mereka pada huruf akhir.
"J"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.