Tahun sudah berganti ya,
Tapi nama nya masih ku ingat setiap hari
Masih seseorang dgn inisial yg sama
*******
Yah, mungkin sudah hampir satu bulan Songul dirumah Debby. Sebenarnya agak aneh mengapa Songul malah tinggal dirumah Debby, padahal dia teman Anggi dan kemari untuk mencari nya.
Debby yang sengaja melarang nya meski Anggi pernah mengajak Songul untuk tinggal dirumahnya saja selama di Indonesia.
Alasannya cukup sederhana, Debby merasa senang ada teman dirumah, sebab ia anak tunggal. Jadi ia merasa seperti punya saudara. Jika Songul ingin menemui Anggi, ia bersedia mengantar nya.
Namun sejujurnya, alasan Debby itu hanya pura pura. Sebab jika Songul tinggal dirumah Anggi itu akan menjadi hal yang mengkhawatirkan.
Ia tahu hubungan Anggi dan mantan mama tirinya. Mereka akan sering bertemu, dan mungkin saja mama tirinya sering kerumah Anggi. Atau mereka akan sering jalan berdua.
Itu akan sangat menyakiti Songul.
Ya, Debby sangat tahu bagaimana perasaan Songul pada sahabat nya. Gadis dari Turki itu menyimpan rasa suka pada Anggi.
Sementara Anggi sama sekali tidak tahu.
Mirisnya, cinta dalam hati.
Selama tinggal disini, Songul bekerja di restoran milik orang tua Debby.
Kebetulan sekali, mereka baru saja membuka usaha restoran, tidak terlalu besar, namun mereka bersyukur bisa memilikinya.
Songul sendiri memang membutuhkan biaya tambahan untuk pulang. Jadi ia bersedia bekerja disana walaupun hanya sementara.
Ingat, Songul adalah gadis yang sederhana, keluarga nya bukan lah keluarga yang berada. Namun mereka selalu bersyukur dengan apapun yang mereka miliki.
Songul sangat bersyukur, sebab keluarga Debby sangatlah baik. Mengizinkan nya tinggal dirumah mereka, memberinya pekerjaan.
Yah, mereka sangat baik.
****
(Inget ya gaes, krn author nya ndak bisa enggres, jd obrolan songul & sekitarnya pake bhs Indonesia. Anggap aja ngomong enggres 😭)
"Pak Djuhandar? Saya pamit sekarang ya, takutnya Anggi sudah pulang dari kampus" ucap Songul pada ayah Debby, Pak Djuhandar.
"Oh, jadi bertemu dengan Anggi?" Tanya Pak Djuhandar dengan ramah.
"Jadi Pak. Kata Debby, sebentar lagi kelas berakhir. Nanti saya juga akan bertemu Debby disana" jawab Songul.
"Ya sudah kalau begitu biar saya pesankan taksi ya. Biar kamu tidak bingung untuk sampai ke kampus" Pak Djuhandar menawarkan bantuan.
"Tidak usah Pak, terimakasih. Saya sudah cukup hafal jalanan disini ataupun jalan ke kampus Debby dan Anggi. Kalau begitu saya pergi dulu"
Songul pun pamit dan keluar dari restoran milik ayahnya Debby tempat ia bekerja. Wajahnya nampak sumringah saat melihat sesuatu di tangannya. Ia membawakan beberapa makanan kecil untuk Anggi. Ia terlihat begitu bersemangat. Ini adalah kedua kalinya ia akan bertemu Anggi selama berada di Indonesia. Ia bahkan tidak mengatakan pada Anggi maupun Debby jika hendak pergi ke kampus mereka. Kejutan kecil kecilan katanya.
____
"Thank you Sir" ucap gadis bule itu lalu keluar dari taksi. Ia menatap ke sebuah gedung universitas tempat Anggi dan Debby mengenyam pendidikan. Ia tersenyum kecil lalu melangkah masuk ke area gedung itu setelah meminta izin pada security.
Songul menunggu beberapa saat, dan hatinya seketika berdebar manakala seseorang yang ditunggu nya berjalan kearah parkiran seorang diri. Anggi belum menyadari kehadirannya.
Songul tersenyum kecil. Tangannya meraih bawaannya disamping ia duduk. Ia baru saja bangkit untuk menghampiri Anggi, namun seketika itu pula ia membeku ditempat nya.
Seseorang dari arah lain menyambut Anggi dengan rentangan tangan. Keduanya berpelukan dan tertawa. Ditempat yang tidak terlalu banyak orang itu, keduanya berciuman.
Didepan nya, tepat di hadapan nya.
Seketika tubuhnya lemas. Tatapannya nanar kearah dua orang di kejauhan yang baru saja berbagi rasa melalui ciuman. Ia jatuh terduduk di bangku besi. Bersamaan dengan makanan kecil yang lepas dari genggaman. Songul menyentuh dadanya yang mendadak sesak. Seperti dihantam bogem mentah.
Kini ia ingat dimana wanita dewasa itu pernah mengancam dirinya agar menjauhi Anggi. Mengatakan jika dia pun mengincar gadis itu. Lalu mengapa sekarang mereka berciuman? Apakah setan sudah menggelapkan pikiran Anggi?
'dia ibu tirimu, sadarlah Anggisara'.
Seorang gadis yang lain meremas kertas kertas yang semula ia dekap di dada. Matanya memerah menahan airmata yang sedikit lagi terjatuh. Rasa sakit bercampur marah terlihat jelas bagi siapapun yang dapat melihatnya.
Apa yang kalian rasakan jika melihat orang yang kalian cintai berciuman dengan orang lain?
Gadis itu berlari pergi dengan airmata yang sudah mengalir deras. Menyisakan suara langkah langkah kakinya yang berisik di gendang telinga.
"Ckk ah! Bego lu Gi! Menyakiti dua orang sekaligus"
Debby yang ternyata juga melihat kejadian itu pun menggerutu.
Ia melangkah kearah Songul berada setelah mobil yang ditumpangi Anggi & mantan mama tirinya berlalu. Kedua orang yang dimabuk asmara itu sama sekali tidak sadar jika telah melukai dua orang secara bersamaan
BERSAMBUNG
