ANGGISARA POV
Aku duduk bersama mama di cafe. Mama bilang akan bertemu dengan teman temannya. Karena tidak mau menunggu sendirian, akhirnya mama memintaku untuk menemaninya.
Sejak tadi mama terus mengajakku berbincang. Sedangkan aku sendiri lebih memilih untuk berselancar di sosial media. Sebenarnya aku bosan, sudah setengah jam kami menunggu, tapi teman teman mama belum juga ada yang muncul.
Ah, dasar tante tante kalau ada janji pasti lama. Kebiasaan melakukan kegiatan sambil bergosip. Sampai lupa kalau ada janji.
"Kamu bosan ya?"
Mama tiba tiba menyentuh pundak ku seraya bertanya apakah aku bosan?
Sudah pasti iya, siapa yang tidak bosan kalau menunggu orang terlalu lama? Lebih baik tadi aku ikut Debby menonton senior latihan basket. Tapi aku tidak bisa menolak mama. Sebab aku takut dimarah papa.
"Nggak kok. Santai aja"
Aku mencoba tersenyum dan berbohong. Tidak enak juga kalau aku jujur.
"Bentar lagi mereka datang kok. Ini udah dijalan" ucap mama.
Aku cuma mengangguk dan kembali fokus ke ponselku.
Beberapa menit kemudian orang orang yang kami tunggu pun tiba. Ada lima orang. Penampilan mereka terlihat sangar. Penampilan yang khas tante girang ewwhhh🤢
Ah, maksudku mereka semua sosialita, sama seperti mama.
Bedanya, mama bisa berpenampilan lebih elegan daripada teman temannya. Terlihat lebih enak dipandang. Meski usianya sudah 36, tapi mama masih terlihat awet muda. Berbeda sekali dengan teman temannya yang terlihat sudah tante tante.
Teman teman mama ini sepertinya penghuni sosial media tingkat tinggi. Mereka sangat narsis. Khas mama mama yang tidak ingin kalah dari anak gadisnya.
Sedikit sedikit buat status, upload foto yang narsisnya nggak ada ampun.
Kenapa aku bilang begitu?
Sudah jelas bahkan saat kalian pertama melihatnya pun. Terlihat seperti toko emas berjalan. Rambut yang di cat warna warni seperti tembok TK.
Ah, untunglah mama cukup mewarnai rambutnya dengan warna cokelat saja.
Meski mama berteman dengan mereka, untung untunglah mama tidak ketularan narsisnya.
Aku pernah sekali dikasih lihat sama mama ketika teman temannya itu menjadi warga tiktok.
Bergoyang seolah tidak ingat rumah.
Kalau kata Debby, goyangan Tante Tante itu bisa mempengaruhi peradaban dunia.
Ah, mungkin saja Debby benar.
"Wah, anak cantik ini siapa sih? Kok bisa sama kamu?"
Satu dari mereka mengataiku ANAK. Sumpah, aku bukan anak TK apalagi playgroup. Tapi iya sih, kalau berada diantara mereka aku memang paling anak anak.
"Oh iya, ini anak aku, Anggisara" ucap mama.
Mama memperkenalkanku pada mereka dengan senyum. Aku mencoba tersenyum dan memperkenalkan diri.
"Anggisara tante" ucapku.
"Wah, jadi kelihatan tua ya kalau disebelah Anggi hahaah"
Mereka semua tertawa. Sedangkan mama cuma tersenyum. Sesekali melihatku. Mungkin takut aku tidak nyaman.
"Eh, ayo duduk duduk. Sekalian mau pesan apa. Maaf ya aku sama Anggi udah pesan duluan" ucap mama.
Mereka sibuk sendiri dalam obrolan mereka. Sesekali upload foto foto mereka bersama ke sosial media masing masing.
Sumpah, cuma mama yang paling kalem diantara mereka.
"Beli satu gratis satu ya Kartika ini. Tapi Anggi emang cantik sih. Nggak heran, dia kan punya papa yang ganteng"
Ayolah, dia pikir aku kopi sachet? Beli satu gratis satu katanya.
Mama cuma tersenyum kecut dan melihat ke arahku. Sebisa mungkin aku perlihatkan wajah TIDAK APA APA milikku.
