Tandai typo sobat❤
______
Terhitung sudah tiga hari dari kejadian di mana pengakuan Aksa tentang alasan minuman, kini mereka menjalani hari seperti biasa setelah Adel berusaha beradaptasi dengan kehidupan mewah pria itu.
Adel harus terbiasa dengan perlakuan Aksa yang semakin hari semakin sulit di mengerti. Benar, Aksa memiliki sifat ganda yang cepat berubah-ubah.
Kadang Aksa bersikap dingin seolah mereka tidak saling kenal, menjadi asing dan tidak mengajaknya bicara dan mereka tidak bertemu meski satu atap dua hari ini.
Kadang juga Aksa bersikap seolah-olah Adel orang penting untuknya, bertanya banyak hal hingga Adel sendiri bingung dengan perubahan sikap yang membuatnya bertanya-tanya. Actually what is the man's goal?
Pria itu sudah jarang lembur padahal Adel tahu banyak pekerjaan yang menumpuk mengingat Aksa adalah pria yang sangat gila kerja tanpa ingat waktu.
Aksa juga jarang keluar seperti cerita-cerita sebelumnya, Adel sering melihat Aksa menghabiskan waktunya di depan tv sambil membaca buku dan beberapa laporan yang tidak Adel mengerti.
Kadang Aksa meminta Adel untuk menemaninya hingga larut malam, tidak ada obrolan, tidak ada interaksi apapun selain sama-sama duduk dengan keheningan yang menyelimuti hingga dini hari.
Aksa berkutat dengan pekerjaan dan Adel berkutat dengan lamunan dengan mata terkantuk-kantuk.
Benar-benar manusia workaholic.
Adel yang matanya tidak bisa di kompromi kadang terlelap di sana hingga saat bangun dia sudah berada di dalam kamar. It's very out of allegations.
Aksa membopongnya? Ke dalam kamar?
Crazy!
Kenapa Adel sampai tidak sadar jika dirinya berada dalam gendongan lelaki tampan itu?
Pergerakan Aksa begitu pelan dan hati-hati hingga tidur Adel tidak terusik sama sekali. Entah itu efek Adel yang terlalu capek atau tindakan Aksa yang terkesan lembut yang memperlakukan Adel selembut kapas.
Geez-- andai perempuan di luar sana tahu bagaimana Aksa memperlakukan wanita -pastinya mereka sudah menjerit kagum sebab Aksa memperlakukan kaum Hawa dengan baik, termasuk Adel.
Ternyata pria gay juga tahu bagaimana memperlakukan wanita.
"Menu apa hari ini?"
Aksa datang tiba-tiba membuat Adel yang tengah membolak balikkan omelette terperanjat karena suara itu persis dibelakang telinganya.
"Astaga...!"
Lantas Adel memutar tubuh dan melotot ke arah Aksa yang berdiri dengan wajah tanpa dosa.
"Bisa nggak kalau datang itu bilang-bilang!"
Adel nyaris memukul dada Aksa dengan spatula namun dia menahan gerakannya, ingat bahwa pria dengan senyum menyebalkan itu adalah atasannya.
Adel masih waras.
"Bikin jantungan saja," gerutunya sambil mengelus dada.
Tidak bohong, Adel memang paling tidak bisa jika di kejutkan secara tiba-tiba seperti tadi, tindakan Aksa tadi benar-benar membuat tubuhnya tersentak, rasanya seluruh tubuhnya melayang lalu di hempaskan ke tanah secara tiba-tiba. Kalian tahu 'kan rasanya seperti apa?
Aksa mengulum bibir melihat bagaimana Adel yang mengomel sambil menunjukkan spatula yang dia pegang sedangkan satu tangannya bertengger manis di pinggangnya, Aksa tersenyum, dia seperti di omeli oleh istrinya karena telah mengacau.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Crazy [ END ]
General FictionArea rawan baper Follow untuk membuat bab yang terkunci . . Bagaimana jadinya jika bawahan harus seatap dengan atasan yang dijuluki pria gay lantaran tidak pernah mengandeng wanita di usianya yang menginjak angka 30 tahun? "Pak, kita mau kemana...
![Mr. Crazy [ END ]](https://img.wattpad.com/cover/334509918-64-k584861.jpg)