3. Laki-laki ngeselin?

2.8K 218 37
                                        

Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatu

Hai semuanya 😍 bagaimana kabarnya hari ini? Bismillah Bunnes mau update cerita TSC yaaa 😆 Bunnes belum bisa memberikan target karena kesibukan yang sulit untuk di atur waktunya 🙂 tapi Bunnes akan berusaha tetap
update cerita ini 😉 kawal sampai ending yuk 🥰

༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓

༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"I-iya, no problem." Balas Ziya kebingungan. Matanya kembali melihat ke arah laki-laki yang masih berada di tengah lapangan. Tanpa berlama-lama, Ziya segera menunju ke arah mobilnya dimana mobilnya berdampingan dengan motor lelaki tersebut.

Sesampainya di depan mobil sedan, kini Ziya tengah berhadapan dengan lelaki dengan tatapan datarnya, kesan dingin menyelimuti lelaki tersebut.

"Minggir! Gue mau lewat." Sentak Ziya dengan tangan bersedekap di Depa dadanya, wajahnya di dongakan ke atas melihat ke arah rahang lelaki di hadapannya.

"Jalan lebar, kenapa harus lewat sini?" Balas Azzam santai, ia melihat sekelilingnya dimana ada beberapa santri maupun santriwati yang melihatnya.

"Terserah gue dong, kaki-kaki gue kok lo yang sewot?" Balas Ziya santai dan langsung menerobos tubuh Azzam, hingga membuat Azzam menyingkir.

"Astaghfirullah," lirih Azzam langsung mengibas-ibaskan kemejanya.

Sontak saja Ziya yang awalnya ingin membuka pintu mobil menghentikan kegiatannya, ia menoleh ke belakang dimana lelaki tersebut tengah mengibas-ibaskan kemejanya seperti menghilangkan debu.

"Gue bukan debu, belagu banget lo jadi orang." Kesal Ziya langsung memasukkan paper bag yang di bawanya ke dalam mobil, ia kembali mendekati lelaki tersebut.

Mata Azzam memicing ketika melihat wajah gadis dengan tatapan angkuhnya, baru pertama kali dirinya menemukan gadis yang tidak memiliki sopan santun seperti ini.

"Pergi."

Ziya terkekeh kecil karena melihat lelaki tersebut hanya mampu mengalihkan pandangannya, ia mengangkat kedua bahunya dengan tangan yang masih bersedekap di depan dadanya.

"Gue boleh cobain motor lo? Padahal ini pondok pesantren, kok lo bisa sih pakai motor ninja ke sini? Lo kabur ya?" Tanya Ziya santai seraya menyender di body motor tersebut.

"Minggir!" Azzam langsung menarik Ziya, membuat Ziya menabrak dada Azzam dan hampir memeluknya.

Ziya memundurkan langkahnya, dirinya menatap Azzam dengan tatapan mata tajamnya. Tanpa aba-aba ia mendaratkan tamparan yang cukup keras di pipi Azzam, beberapa santri maupun santriwati yang melihat kejadian itu dari kejauhan hanya mampu melongo. Mereka tidak menyangka, ada yang berani menampar cucu Kyai.

Takdir Sebuah Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang