51. Ungkapan hati

2K 162 15
                                        

Assalamualaikum semuanya 🤍

Gimana puasanya hari ini? Lancar? Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan yaa guys 🙏

Ramadhan kali ini akan ditemani oleh cerita TSC 🤍🤍 kawal sampai ending  yuk 😍😍😍

Tapi sebelum itu tinggalkan vote dan komentar yuk... terima kritik dan saran dari kalian semua guys 🤍🤍🤍

Follow akun wattpad Bunnes 😍biar ada notifikasi dari Bunnes 😘😘 jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian 🤍🤍🤍 terimakasih 🤍🤍🤍


༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓

Azzam menyusuri lorong asrama putra, dirinya tadi memeriksa beberapa berkas di ruang astatidz

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Azzam menyusuri lorong asrama putra, dirinya tadi memeriksa beberapa berkas di ruang astatidz. Sepanjang Azzam melangkahkan kakinya, dalam benaknya berharap jika Ziya sudah tidur karena waktu sudah cukup malam. Azzam sengaja pulang lumayan larut agar bisa menghindari Ziya sementara waktu.

Sesampainya di ndalem, Azzam segera menuju kamarnya. Namun ketika hendak memegang kenop pintu, suara dari ayahnya mengagetkan dirinya.

"Nak."

"Astaghfirullah, ayah ngagetin Azzam aja." Ia mengusap dadanya karena terkejut.

Arkham terkekeh ringan, ia melihat ke arah jam dinding. Sedikit heran karena Azzam pulang cukup larut, biasanya putranya itu sudah berada di ndalem jam sepuluh malam namun sekarang sudah hampir menunjukkan waktu tengah malam.

"Habis darimana? Tumben malam banget pulangnya." Tanya Arkham dan meraih remote TV, ia belum mengantuk dan memutuskan untuk menonton televisi.

"Anu, Azzam habis ngurusin berkas untuk besok ulangan anak-anak, Yah." Balas Azzam gugup.

Arkham melihat putranya dengan alis terangkat sebelah, ia tahu jika putranya tengah ada masalah namun di sembunyikan.

"Kalau ada masalah jangan di pendam sendirian Zam, sharing dong sama ayah. Siapa tahu ayah bisa bantu, walaupun bantu doa." Balas Arkham di akhiri kekehan kecil.

Azzam menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia melihat ke arah pintu kamarnya. Tak berapa lama dirinya menggelengkan kepalanya seraya melihat ke arah ayahnya.

"Azzam insyaallah bisa ngatasin kok, ayah tenang aja. Masalah sepele." Balas Azzam dengan senyuman.

"Alhamdulillah kalau gitu, ya sudah lebih baik kamu istirahat ini udah malam." Pesan Arkham.

Takdir Sebuah Cinta Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang