Cinta segiempat? Mungkin itu kata yang tepat yang tengah melanda empat orang yang terperangkap akan cinta yang saling tidak terbalaskan. Azzam yang awalnya di jodohkan dengan Nayla, hingga keduanya menentang perjodohan tersebut karena ternyata Nayla...
Gimana hari ini? Lancar? Semoga hari kalian selalu bahagia di setiap waktunya yaa 😍
Tinggalkan vote dan komentar yuk... terima kritik dan saran dari kalian 😘
Follow akun wattpad Bunnes yuk 😍biar ada notifikasi dari Bunnes 😘😘 jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian 🤍🤍🤍
༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aurora dan Alif yang tengah melintas menuju dapur seketika menghentikan kakinya, keduanya saling pandang saat mendengar suara samar-samar dari dalam kamar Azzam dan Ziya.
"Kamu denger Ra?" Tanya Alif kepada adik iparnya.
"Denger, itu suara Ziya kan?" Balas Aurora.
Keduanya melangkah perlahan-lahan mendekati pintu kamar tersebut, semakin langkah keduanya mendekat semakin terdengar jelas suara itu.
"Sakit banget tahu, lagian kenapa narik-narik sih." Kesal Ziya dengan ringisan kecil.
"Maaf, kalau nariknya kekencangan."Azzam segera meraih minyak urut dari nakas, ia mulai mengoleskan minyak tersebut di tangan kanan Ziya.
"Pelan-pelan, sakit tahu...." Ringis Ziya.
"Iya ini pelan-pelan sayang, tahan ya." Balas Azzam seraya mengurut tangan Ziya yang terkilir.
"Ish, masih aja gombal." Kesal Ziya dan menutupi wajahnya dengan tangan kirinya.
Aurora dan Alif saling pandang, keduanya menahan tawanya karena mendengar suara tersebut dari dalam kamar Azzam dan Ziya.
"Publik langsung di---"
"Shut... dah lah mbak ayo pergi, jangan ganggu." Potong Aurora langsung menarik tangan kakak iparnya.
Keduanya tiba di dapur dimana ada Arsyad dan Arkham tengah duduk di meja makan, kedua lelaki itu meminum secangkir kopi dan memakan biskuit.
"Kalian dari mana?" Tanya Arsyad melihat kedua perempuan yang baru saja datang.
"Baru itu mas, tadi kita berdua habis dengerin---"
"Dengerin ceramah di tv, iya kan mbak?" Potong Aurora mengkode Alif dengan mengedipkan sebelah matanya.
Arsyad dan Arkham saling pandang melihat tingkah aneh dari Aurora.
"Nggak kenapa-napa, kamu ngopi nggak ngajak-ngajak aku loh mas." Aurora duduk di samping Arkham, dirinya memakan biskuit dari dalam toples mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Ini minum kopi ku aja sayang, manis kalau lihatin aku." Arkham memasang wajah manisnya.
"Huwekk, uhuk-uhuk...." Celetuk Arsyad melihat keromantisan Azzam dan Aurora.