54. Mie spesial

1.9K 135 18
                                        

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

Gimana kabarnya guys 😍 ada yang nungguin TSC nggak sii😃

Ramadhan kali ini di temani oleh TSC yaa, sebelum ke ceritanya alangkah lebih baik jika kalian vote terlebih dahulu hehe 😁

Okay, langsung aja meluncur ke ceritanya 🤍🤍🤍



༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓

Laura melangkahkan kakinya membuntuti Ziya, sahabatnya itu berjalan sangat cepat hingga membuat Laura sedikit kewalahan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Laura melangkahkan kakinya membuntuti Ziya, sahabatnya itu berjalan sangat cepat hingga membuat Laura sedikit kewalahan. Ia memberhentikan langkah kakinya dan membiarkan Ziya berjalan menjauh. Dirinya memegang pinggangnya dan melihat sekitar ponpes, namun tiba-tiba pundaknya di sentuh oleh tangan seseorang yang membuat dirinya sontak membalikkan tubuhnya.

"Laura?" Beo Al terkejut bukan main melihat Laura berada di sini.

"Lo? Lo mantan nya Ziya kan?" Laura pun sama terkejutnya dengan Al. Ia tidak tahu jika Al ada di ponpes ini juga.

"Bukan mantan, kita nggak pernah ada hubungan apa-apa." Balas Al mengalihkan pandangannya.

"Ck, tapi lo pernah suka sama dia kan?" Tanya Laura lagi dengan decihan kecil.

"Apa tujuan lo ke sini?" Tanya Al to the poin.

"Gue juga nggak tahu, gue cuma mau nemuin ustadz Arsyad di suruh bokap gue." Jelas Laura.

"Ustadz Arsyad?" Beo Al membulatkan matanya lebar-lebar, itu adalah orang tua nya. Untuk apa Laura ingin bertemu dengan orang tuanya?

"Kenapa?" Tanya Laura dengan alis terangkat sebelah.

"Nggak papa, ya udah cari aja sendiri." Balas Al ingin bergegas pergi dari tempatnya.

"What? Lo nggak ada niatan gitu anterin gue ketemu sama ustadz nya?" Tanya Laura hingga membuat Al memberhentikan langkah kakinya.

"Males." Balas Al simpel dan melanjutkan langkahnya.

"Ish, cowok nyebelin kok bisa sih Ziya ketemu spesies bernama Al." Gerutu Laura dan segera melenggang pergi.

Bungkus permen karet di buang ke kotak sampah, Laura menyenderkan tubuhnya di tembok asrama. Ia kebingungan hingga sampai menyasar di sini.

Di tengah-tengah Laura sedang santai, tiba-tiba ada satu santriwati yang melintasi dirinya dan melihat ke arahnya dengan tatapan sinis. Gadis itu melihat Laura dari kaki hingga ujung kepala.

Takdir Sebuah Cinta Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang