Cinta segiempat? Mungkin itu kata yang tepat yang tengah melanda empat orang yang terperangkap akan cinta yang saling tidak terbalaskan. Azzam yang awalnya di jodohkan dengan Nayla, hingga keduanya menentang perjodohan tersebut karena ternyata Nayla...
Hai semuanya 😍 bagaimana kabarnya hari ini? Bismillah Bunnes mau update cerita TSC yaaa 😆😉 kawal sampai ending yuk 🥰
༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Langkah keduanya berhenti di salah satu koridor yang jarang sekali di lewati oleh orang, dimana koridor terbuka itu mengarah langsung ke arah pepohonan cemara yang berjejer dekat dengan pagar asrama.
Keduanya masih geming dengan pikirannya masing-masing, mereka berdua tengah memikirkan tentang hubungan persaudaraan yang semakin hari semakin rentan.
"Kalau kamu suka dengan Ziya, kenapa kamu tidak mau berjuang untuk mendapatkan nya sewaktu kalian masih sekolah?"
Tiba-tiba pertanyaan dari Azzam membuat Al menoleh ke arah sepupunya, pertanyaan yang sulit sekali untuk Al jawab.
"Zam, kamu tahu apa yang membuat saya dan Ziya berpisah?"
Azzam terdiam dengan perkataan dari sepupunya, Al sama sekali tidak pernah menceritakan tentang masa lalunya dengan Ziya. Mereka memang di satu kota yang sama, yaitu Jakarta. Bedanya Azzam dan Al berbeda sekolah, dan mereka sering bersama ketika berada di ponpes ini untuk mengisi waktu libur sekolah.
Al merupakan putra dari ustadz Arsyad, lebih tepatnya putra kedua dan juga cucu Kiai Abdullah. Karena mengejar pendidikan yang lebih modern dan tinggi, Al di sekolahkan di kota Jakarta dan tinggal bersama dengan Abang nya. Hingga akhirnya Al di pertemukan dengan Ziya, membuat Al lupa untuk menjaga jarak dengan gadis itu dan membuatnya harus pulang ke Jatim.
"Karena?" Tanya Azzam dengan wajah penasaran.
"Karena mengungkapkan perasaan kepada dia." Balas Al mampu membuat Azzam sedikit terkejut. "Saya akan berusaha mendapatkannya kembali, walaupun harus bersaing dengan kamu Zam."
Setelah mengatakan itu, Al melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Azzam yang masih mencerna perkataan nya barusan.
Azzam terdiam beberapa saat, dirinya hanya mau berdamai dengan sepupunya namun ternyata lelaki itu masih menyimpan rasa kepada Ziya.
-
"Hasyim!"
Ziya meraih tissue dari nakas, entah kenapa dirinya tiba-tiba flu. Bahkan selimut yang menutupi tubuhnya tidak membuat rasa dinginnya hilang, nafasnya terasa panas.