Cinta segiempat? Mungkin itu kata yang tepat yang tengah melanda empat orang yang terperangkap akan cinta yang saling tidak terbalaskan. Azzam yang awalnya di jodohkan dengan Nayla, hingga keduanya menentang perjodohan tersebut karena ternyata Nayla...
Hai semuanya 😍 bagaimana kabarnya hari ini? Bismillah Bunnes mau update cerita TSC yaaa 😆 Bunnes belum bisa memberikan target karena kesibukan yang sulit untuk di atur waktunya 🙂 tapi Bunnes akan berusaha tetap update cerita ini 😉 kawal sampai ending yuk 🥰
༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pukul tiga pagi suara bising membuat Ziya membuka matanya, dengan kepalanya tanpa hijab terlihat rambut pirangnya yang acak-acakan. Ziya memang tidak betah jika di suruh mengenakan hijab terlebih lagi di dalam ruangan tertutup seperti ini.
"Itu suara apaan sih! Berisik, ganggu orang mau tidur aja!" Sungut Ziya kesal seraya menyibakkan selimut nya.
Kondisi kamar yang di tempati nya sepi, entah kemana semua orang. Bahkan Nayla juga tidak berada di kamar tersebut.
"Udah kamar kecil, nggak ada AC, cuma kipas angin yang cuma geleng-geleng doang dari tadi!" Ziya meraih cardingan miliknya dan bergegas untuk keluar kamar, udara di ponpes ini memang lumayan dingin ketika pagi hari.
Saat ingin membuka pintu, dirinya hampir menabrak Nayla yang ingin masuk ke dalam kamar.
"Astaghfirullah."
"Sorry-sorry Nay, gue nggak tahu ada lo." Cicit Ziya menangkup kan tangannya.
Nayla tersenyum tipis, ia mengangguk kecil. "Nggak papa, kamu mau kemana Ziya? Padahal tadi aku mau bangunin kamu, eh ternyata kamu udah bangun duluan."
Ziya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "G-gue mau cari angin, di dalam gerah."
"Dingin begini kok mau cari angin? Mending wudhu, sebentar lagi kita shalat tahajud." Papar Nayla langsung menerobos masuk ke dalam kamar untuk mengambil mukenah miliknya.
Alis Ziya terangkat sebelah, ia memperhatikan Nayla seraya duduk di tepi ranjang. Mata gadis tersebut terlihat sembab.
"Lo ada masalah Nay?" Tanya Ziya dengan tatapan ke arah Nayla.
Nayla menoleh ke arah Ziya, ia menghela nafasnya sejenak dan ikut duduk di tepi ranjang miliknya.
"Ziya, kamu pernah dekat sama laki-laki?" Tanya Nayla dengan tatapan penuh ke seluruh Ziya.
Seketika Ziya tergelak tertawa, pertanyaan yang menurut nya pasaran. Ia bangkit dari tempat duduknya lalu meraih jepit rambut berwarna silver dan memakaikannya di rambut pirangnya.