Cinta segiempat? Mungkin itu kata yang tepat yang tengah melanda empat orang yang terperangkap akan cinta yang saling tidak terbalaskan. Azzam yang awalnya di jodohkan dengan Nayla, hingga keduanya menentang perjodohan tersebut karena ternyata Nayla...
Gimana hari ini? Lancar? Semoga hari kalian selalu bahagia di setiap waktunya yaa 😍
Tinggalkan vote dan komentar yuk... terima kritik dan saran dari kalian 😘
Follow akun wattpad Bunnes yuk 😍biar ada notifikasi dari Bunnes 😘😘 jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian 🤍🤍🤍
༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perjalanan menuju ponpes di selimuti keheningan antara Ziya dan Azzam, Ziya fokus melihat hal-hal yang di lewatinya barusan. Sedangkan Azzam melihat wajah Ziya dari pantulan kaca spion.
"Gimana?" Tanya Azzam mampu membuat lamunan Ziya buyar.
"Gimana apanya?" Tanya Ziya balik karena tidak paham pertanyaan dari Azzam.
"Nayla, kamu sudah bicara sama dia?" Tanya Azzam lagi dan mengendarai motornya dengan kecepatan rata-rata.
Ziya mengangguk kecil, dirinya sudah tenang karena Nayla mau menerimanya kembali sebagai teman. Namun yang Ziya bingung kan saat ini adalah perasaannya, kenapa setelah dirinya publik mengenai hubungannya dengan Azzam itu membuat Ziya semakin tremor jika dekat dengan Azzam.
Begitupun dengan Azzam, jantungnya seakan-akan ingin lepas dari tempatnya. Ziya adalah perempuan kedua yang bisa duduk di motor nya setelah Aurora, ibundanya.
Motor yang dikendarai oleh Azzam berhenti di salah satu toko, Ziya tersadar jika Azzam memberhentikan motornya bukan di ponpes melainkan ke toko bunga.
"Lo mau beli bunga?" Tanya Ziya melihat sekelilingnya dimana-mana bunga indah bermekaran, bahkan Ziya takjub dengan pemandangan ini.
"Iya, buat Bunda sama buat Cinderella." Balas Azzam dan melihat-lihat bunga yang amat indah.
Ziya hanya manggut-manggut, mungkin Azzam mau membelikan bunga untuk perempuan yang di sayangi nya dan mengatasnamakan Cinderella.
"Oh, Cinderella." Ziya segera pergi dari tempatnya dan berpura-pura berkeliling. Entah kenapa hatinya menjadi kesal, dirinya tidak tahu siapa yang di maksud oleh Azzam.
Azzam yang melihat istrinya seperti merajuk hanya terkekeh kecil, ia membiarkan Ziya sibuk melihat-lihat bunga. Azzam melihat bunga tulip pink dimana itu adalah bunga favorit Aurora.
Azzam berbincang-bincang kepada owner nya, setelah beberapa menit Azzam menghampiri Ziya.
"Udah, yuk pulang." Ajak Azzam membuat Ziya menoleh ke arahnya.