Cinta segiempat? Mungkin itu kata yang tepat yang tengah melanda empat orang yang terperangkap akan cinta yang saling tidak terbalaskan. Azzam yang awalnya di jodohkan dengan Nayla, hingga keduanya menentang perjodohan tersebut karena ternyata Nayla...
Gimana hari ini? Lancar? Semoga hari kalian selalu bahagia di setiap waktunya yaa 😍
Maaf banget lama banget untuk update TSC 😭 belakangan ini sibuk banget, jadi tolong di mengerti ya guys 🥺🤍
Tinggalkan vote dan komentar yuk... terima kritik dan saran dari kalian 😘
Follow akun wattpad Bunnes yuk 😍biar ada notifikasi dari Bunnes 😘😘 jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian 🤍🤍🤍
༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Zi kamu..."
Azzam melihat Ziya yang berdiri tanpa mengenakan hijab, namun tubuhnya di balut oleh selimut dan terlihat jelas wajah panik dari Ziya.
"Lo! Kok bisa masuk?" Tanya Ziya menelan saliva nya susah payah.
"S-saya mau jelaskan semuanya sama kamu Zi tentang tadi pagi," ujar Azzam melangkahkan kakinya mendekati Ziya.
"Stop! Jangan ke sini," sentak Ziya mampu membuat Azzam berhenti. "Jelasin di situ aja, jangan dekat-dekat gue." Sambung Ziya.
Azzam paham mungkin Ziya memang ingin menjauhinya saat ini, namun yang terpenting Ziya mau mendengarkan penjelasannya.
"Sekarang lo jelasin ke gue kenapa lo ngomong ke Al kalau gue itu istri lo? Walaupun kenyataannya memang itu." Tanya Ziya masih kesal dengan perkataan Azzam tadi pagi.
"Saya mau publik status kita ke semua orang di ponpes ini, karena saya tahu kamu berusaha menjauhi saya dan menyuruh saya kembali lagi ke Nayla. Itu atas permintaan Nayla kan?" Tanya Azzam memastikan, sebenarnya dirinya tahu tentang itu ia bisa menebak dari sikap Nayla yang berusaha mendekati nya akhir-akhir ini.
"Nggak! Gue cuma mau lo bahagia dan gue tahu kalau lo bahagia sama Nayla." Elak Ziya.
"Kalau ternyata saya bahagianya sama kamu gimana?" Tanya Azzam dengan wajah teduhnya.
Ziya mengalihkan pandangannya, jujur saja tatapan dari Azzam yang membuat Ziya tidak kuat jika terus menerus memandang nya.
"Gue nggak bisa bayangin gimana tanggapan semua orang kalau lo publik status kita." Lirih Ziya merasa khawatir.
Azzam melangkahkan kakinya mendekati Ziya, yang membuat Ziya sedikit was-was seraya menguatkan pegangan selimutnya.
"Apapun tanggapan mereka jangan masukin ke hati, karena mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa kalau yang saya mau itu kamu." Azzam memegang kedua pundak Ziya seraya menatap netra cokelat milik Ziya, yang membuat Ziya melangkah mundur.
"Modus." Kesal Ziya mengalihkan pandangannya.
Azzam terkekeh kecil, ia mencubit hidung mancung Ziya dengan gemas yang membuat Ziya lagi-lagi terkejut.