Cinta segiempat? Mungkin itu kata yang tepat yang tengah melanda empat orang yang terperangkap akan cinta yang saling tidak terbalaskan. Azzam yang awalnya di jodohkan dengan Nayla, hingga keduanya menentang perjodohan tersebut karena ternyata Nayla...
Tinggalkan vote dan komentar yuk 😍 terima kritik dan saran dari kalian 😘
Follow akun wattpad Bunnes yuk 😍biar ada notifikasi dari Bunnes 😘😘 jangan lupa untuk share ke teman-teman kalian 🤍🤍🤍
༓☾ SELAMAT MEMBACA ☽༓
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alex mengangkat alisnya sebelah, ia sangat mengenal sifat Ziya yang suka nekat. Alex berjalan mendekati putrinya membuat Ziya gugup.
"Mau kabur dari tanggung jawab kamu?" Tanya Alex seraya memegang kedua pundak Ziya.
"Kabur? Enggak kok, Ziya nggak ada niatan untuk kabur. Kalau Ziya ada niatan untuk kabur mungkin dari tadi malam udah pergi dari sini." Elak Ziya, kalau saja kartu card miliknya tidak di sita oleh Alex mungkin lebih baik Ziya yang kabur untuk menghindari pernikahan ini. Namun sayangnya kartu card miliknya di sita oleh Alex.
"Bagus kalau gitu, siap-siap karena penghulu segera datang jam delapan nanti. Dan MUA akan segera merias mu."
Ziya mengangguk kecil, ia melihat sekelilingnya dan mencari keberadaan Azzam. Membuat Alex yang melihat gerak-gerik putrinya menautkan kedua alisnya.
"Cari siapa?"
"Azzam, dia ada pah?" Tanya Ziya to the poin.
Alex yang mendengar sontak tersenyum, ia tahu jalan pikiran Ziya.
"Tadi dia pamit pergi untuk ke masjid, namun sampai saat ini belum kunjung kembali." Balas Alex memperlihatkan wajah kekhwatiran.
Dalam hati Ziya bersorak gembira, ternyata Azzam menuruti keinginannya. Alex yang melihat putrinya menahan senyumnya terheran-heran.
"Kenapa kamu terlihat bahagia seperti itu?" Tanya Alex penasaran.
"Ha? Enggak kok pah, Ziya cuma bahagia karena sebentar lagi dapat calon imam yang baik. Papah jangan khawatir, mungkin Azzam mampir ke suatu tempat untuk beli sesuatu. Kalau gitu Ziya mau siap-siap, bye-bye pah." Ujar Ziya kegirangan dan segera berlari menaiki tangga.
Alex yang melihat putrinya hanya tersenyum tipis, ia melihat foto keluarga miliknya dan melihat wajah sang istri yang tengah tersenyum.
"Semoga keputusan ku benar untuk anak kita, sayang." Lirih Alex.
Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, dimana beberapa orang sudah berkumpul. Pernikahan ini memang di rahasiakan dan tidak diketahui oleh banyak orang, itu atas permintaan Ziya yang menolak agar tidak di publikasikan.
Ziya sudah siap dengan gaun berwarna putih yang diberikan oleh sang papah. Dirinya tampak cantik dengan gaun berwarna putih itu, pikirannya tertuju kepada Azzam. Mungkinkah lelaki itu sudah pergi dari Indonesia? Dan pergi ke luar negeri?