Malam di rumah keluarga Carpenter terasa begitu panjang dan tidak pula berakhir. Suasana yang hangat tadi berubah menjadi aura panas yang menjalar di masing-masing hati anggota keluarganya. Marc menutup jendela dengan gorden sementara istrinya menyapu pecahan kaca. Emma mendengarkan Paulina bercerita soal Laura di sofa ruang tengah. Paulina menceritakan secara garis besar, termasuk mengulang kembali kejadian soal Emma dibohongi datang ke restorannya.
"Dia jahat, Paulina?" tanya Emma.
Paulina mengangguk tapi tidak yakin. "Dia hanya terluka tapi tidak bisa menyembuhkannya. Keluarganya meninggal secara bersamaan dalam kecelakaan..." Paulina menyalakan ponsel dan menggulir sebuah berita yang masih baru diunggah. Emma sampai prihatin dan ikut sedih dengan kejadian tersebut. "Bisa dibilang dia hancur sekali. Tinggal sendirian-kabarnya di gudang rumahnya. Aku tidak tahu dia punya keluarga atau tidak. Setahuku punya dan sudah berusaha menolong, tapi karena dia seperti serigala liar, yeah, jadinya orang pun enggan untuk membantu. Di satu sisi dia patut dikasihani tapi di sisi lain dia juga jahil. Dan... yeah katamu tadi, jahat."
Emma menatap kosong tembok kosong di dekat televisi. Ternyata ada yang hidupnya jauh lebih hancur darinya. "Dia seorang kriminal?" Emma bertanya lagi sebab ia takut Laura akan melakukan sesuatu terhadapnya. Entahlah, dia hanya merasakan hal yang tidak mengenakkan. Terlebih lagi Laura mengikutinya di Instagram. Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kenapa mantan guru seninya tiba-tiba mem-follow akun pribadinya? Pasti ada sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya.
Paulina hanya tersenyum getir. "Yang pasti dia bukan orang yang baik." Ada sesuatu yang Paulina tutupi. Entah apa itu.
Emma menoleh saat Mr. Taylor kembali masuk ke dalam rumah tanpa menggubris kegiatan yang tersisa di sana. Ia memegang ponsel yang menyala dan menaiki tangga menuju kamar. Wajahnya sangar, dahinya bertaut, pikirannya tampak berat. Melihat wajah Mr. Taylor yang sejak lahir memang judes ditambah raut penuh kemarahan membuat Emma takut memandang pria itu.
Paulina menyentuh paha Emma. "Tidur, yuk?"
Emma mengangguk dan mereka berdua masuk ke dalam kamar Paulina. Paulina sudah membereskan kasurnya sedemikian rupa agar Emma kerasan dan tidak kesempitan dengan bantal-bantal Paulina yang selusin itu. "Aku mau maskeran dulu."
Emma yang sudah merebahkan diri langsung duduk lagi. "Aku juga." Dia menurunkan kaki dan membuka tas miliknya. "Aku bawa masker."
Paulina menggerling. "Benarkah? Kau tidak ngantuk?"
Sebenarnya aku sungguh mengantuk. Tapi aku tak mau melihat wajah Miller saat aku memejamkan mata.
Terkadang mimpi buruk itu seperti jumpscare baginya. Emma selalu tersiksa dan jantungnya pun terasa sakit bila tiba-tiba terbangun tengah malam di sela-sela istirahatnya.
"Loh? Aku lupa bawa ternyata," kata Emma sambil menegakkan tubuh. Dia menatap Paulina yang sebagian wajahnya sudah diwarnai clay abu. "Aku mau melihatmu maskeran saja."
"Kau mau?" Paulina menawarkan. "Aku ada beberapa lembar masker karakter kartun. Tapi.. entah cocok denganmu atau tidak karena... murah." Paulina merasa tidak enak karena semua maskernya tidak sampai puluhan euro. Ia mengira Emma memiliki perawatan kulit yang sungguh mahal dan bergengsi.
Saat Emma menghampirinya, ia tersenyum dengan lebar. "Aku suka pakai masker yang ini!" Ia menunjuk sebuah sheet mask berbahan pomegranate.
Paulina menghentikan kuas di pipi. Terpaku. "Benarkah?!" Emma mengangguk cepat, mengiyakan. Gadis kaya ini bisa pakai masker seharga 3 euro? "Ayo ambil saja. Buatmu."
Mereka berdua seperti adik kakak perempuan yang tidak pernah bertengkar. Emma terus melucu, membuat Paulina tertawa sampai masker lumpurnya retak. Setelah beberapa menit berlalu, mereka selesai merawat wajah dan bersiap untuk tidur.
KAMU SEDANG MEMBACA
MR. ART HIMSELF [COMPLETED]
RomanceWake Me Up When I Sleep 3 is a continuation of the previous Effingham thing. The trilogy is still very much related and there are no separate stories. There will be more POV of Mr. Taylor who's in dilemma about his feelings for Emma. He's not only h...
![MR. ART HIMSELF [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/306505776-64-k485745.jpg)