Krisan
mencintai seseorang lalu mengabadikannya dalam tulisan adalah bentuk cinta paling indah
Happy Reading
☀
☀
☀
L
angit, Arsel, Vania, Bulan, dan Ara sudah berkumpul di tepi pantai. Masing-masing dari mereka telah membawa keranjang berisi bunga. Mereka harus merelakan kepergian Darel selamanya.
Sebenarnya mereka belum sepenuhnya percaya bahwa Darel akan pergi secepat ini dengan cara yang tak terduga. Namun, kenyataan mengatakan bahwa cara itu yang ditakdirkan oleh semesta. Cara terbaik dari Tuhan untuk Darel manusia terbaik tertulus terkuat.
Tim pencarian telah mengatakan bahwa terlalu sulit untuk menemukan jasad di tengah lautan kecuali jasad itu menepi sendiri.
"Van, kita ke tengah, ya?" tanya Bulan sekaligus memastikan bahwa Vania sudah siap.
Vania mengangguk lemah. Ia mulai berjalan memasuki area air laut. Membiarkan kakinya terus melangkah hingga terasa kakinya sudah tenggelam cukup dalam yang artinya dirinya sudah jauh meninggalkan pesisiran. Rasanya ia ingin berenang saja di lautan itu. Ia ingin mencari Darel secara langsung.
Vania menghela napas sangat dalam. Air matanya sudah terjatuh ke laut dan bercampur menjadi satu sebagai pertanda bahwa hal ini menyakitkan.
Matanya menatap sendu hamparan air yang luas dan dalam itu. Suasana yang katanya menenangkan ternyata mengecewakan. Tempat favoritnya dulu merebut kebahagiaannya.
Mereka saling memberi kode untuk mengucapakan kalimat yang sudah disusun sebelumnya.
"Selamat ulang tahun meski tak panjang umur, Darel."
19 November tepat hari di mana Darel dilahirkan ke dunia dan di hari itulah Darel harus meninggalkan dunia selamanya.
"Kalian dulu aja, gue terakhir," ujar Vania kepada teman-temannya. Mempersilahkan untuk menabur bunga.
Dimulai dari Langit, sahabat nomor satu bagi Darel. Langit menundukkan kepalanya, tak mau melihat luasnya lautan di depannya.
"Rel, gue gak nyangka lo pergi secepat ini. Lo sahabat terbaik gue. Lo selalu mau gue repotin, sebenernya itu hanya becanda karna gue suka liat wajah lo yang menahan kesal. Maafin gue jika selama ini gue gagal menjadi sahabat terbaik buat lo. Maafin gue jika gue kurang peka atas rasa sakit yang selama ini lo simpan dan tahan sendirian. Makasih atas waktu dua tahunnya meski belum genap. Lo manusia terbaik yang pernah gue kenal. Lo mau mengulurkan tangan kepada siapapun yang membutuhkan pertolongan. Lo orang yang selalu ada di samping gue. Lo orang yang ngedukung kisah percintaan gue. Lo terbaik. Tapi cara semesta mengambil lo dari kita yang gak baik."
Pertama kalinya, Langit harus menangis di depan teman-temannya. Ia tak kuat menahannya. Mengapa harus Darel yang pergi? Mengapa manusia sebaik dan setulus itu harus pergi?
Kini bergantian Arsel mulai membuka mulutnya yang sedari tadi hanya diam.
"Bro, gue gak bisa berkata-kata apa lagi. Ini terlalu menyakitkan untuk diucapkan lewat kata-kata. Kita semua sayang sama lo. Kita semua senang punya sahabat seperti lo. Jika ini cara semesta membawa lo pulang kita tidak punya hak untuk melarang. Semoga lo tenang di sana."
Arsel merangkul bahu Langit saling memberikan kekuatan. Jika mereka berdua saja lemah lalu bagaimana dengan ketiga cewek di sebelahnya.
"Silahkan, lo dulu, Lan," kata Vania menengok ke arah Bulan. Vania kini berdiri di tengah-tengah mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
KRISAN
أدب المراهقينFOLLOW SEBELUM MEMBACA KARENA SEBAGIAN CERITA AKAN DI PRIVATE Vania Ayyara, perempuan dengan keberaniannya menyatakan perasaannya secara langsung pada Raksa Dirgantara. Jatuh cinta pada Raksa berawal dari tatapan mata yang dimilikinya terlihat sama...
