Krisan
Tidak ada yang lebih indah selain menerima cinta dari seseorang yang selama ini kita perjuangan
Happy Reading
☀
☀
☀
"Cantik sekali pagi ini," ucap Darel menyapa Vania yang baru saja keluar dari rumahnya.
"Senyumnya ceria seperti bunga matahari yang baru bermekaran," sambungnya lagi karena tak mendapat jawaban dari Vania.
"Nona cantik mau beli kacang?" tanyanya lagi. Vania pagi ini mulai membuatnya sebal tapi dengan cepat rasa sebal itu luntur setelah melihat senyuman Vania yang begitu manis mengarah padanya.
"Gak jelas banget lo."
Vania mengambil helm yang dibawa oleh Darel. Helm kesukaannya ada telinga kelinci.
"Sini gue pasangin, lo gak perlu mandiri jika sama gue," kata Darel lalu mengambil dan memakaikan pada kepala Vania. Diam-diam Vania tersenyum melihat wajah Darel dari jarak yang sangat dekat.
"Pasang helm hal kecil gue bisa sendiri," jawab Vania setelah helm terpasang di kepalanya.
"Gue bisa melakukan bermacam-macam hal kecil untuk lo. Kebanyakan nih, cowo itu susah melakukan hal kecil untuk cewenya padahal itu berarti banget, kan?" tanya Darel meminta Vania agar menyetujui pernyataan dan pertanyaannya.
"Lagian ya, hal kecil itu mudah banget dilakukan tapi kenapa berat banget untuk cowo diluaran sana. Buat gue sih kecil men," ujarnya lagi membuat Vania geleng-geleng kepala. Tak heran melihat tingkah Darel yang terlalu sering memuji dirinya sendiri.
Vania mengedarkan pandangannya mencari sesuatu yang tak kunjung ia temukan keberadaannya. Biasanya barang itu selalu diberikan padanya.
"Cari apaan, sih?" tanya Darel saat melihat cewe di depannya sibuk dengan kebingungan.
"Ada yang kurang dari lo pagi ini," jawabnya.
Darel memegang puncak helm yang dipakai Vania lalu mengarahkan ke depan agar berhadapan dengan wajahnya. "Kurang apa? Kurang ganteng? Gue udah maksimal ini. Apa kurang sehat?gue akan kembali sehat kok tenang aja."
"Bunga krisan? Biasanya lo bawa itu, kan? Kok hari ini lo gak bawa?"
Darel pun tertawa setelah mendengarnya. "Karena gue mau bawa lo ke tamannya langsung!"
"Beneran lo?" Vania ternganga ketika tau bahwa Darel akan mengajaknya ke taman bunga.
"Taman bunga krisan jadi mas kawin kita deh!"
Mereka pun berangkat menuju taman bunga krisan. Hari sabtu pagi itu sudah menjadi hari libur sekolah. Jadi, Vania bebas keluar dengan Darel.
"Lo gak capek? Kalo capek bilang aja kita bisa istirahat dulu."
"Capek dan rasa sakit gue ilang kalo bareng sama lo. Gue mau menghibur diri agar tidak memikirkan hari di mana gue harus menjalani operasi yang selama ini gue takutin. Lebih baik gue menikmati hari-hari sebelum berangkat pergi bareng sama lo. Hal yang membuat gue senang justru membangkitkan rasa semangat gue untuk sembuh. Hal itu adalah lo."
Diujung kalimat, Darel menekankan suaranya agar Vania mendengarnya meskipun dalam perjalanan.
Dua puluh menit disita dalam perjalanan akhirnya mereka sampai di taman. Vania pun berlari ketika melihat banyaknya macam bunga di sana. Ia berlarian sembari tubuhnya berputar-putar ditemani kupu-kupu yang berterbangan di sekeliling bunga.
KAMU SEDANG MEMBACA
KRISAN
Ficțiune adolescențiFOLLOW SEBELUM MEMBACA KARENA SEBAGIAN CERITA AKAN DI PRIVATE Vania Ayyara, perempuan dengan keberaniannya menyatakan perasaannya secara langsung pada Raksa Dirgantara. Jatuh cinta pada Raksa berawal dari tatapan mata yang dimilikinya terlihat sama...
