Our Family
Ayah
Bunda
🦊
🐶
🐻
🐰
Terhitung 3 bulan sudah Rendra, Jendra, Hendra dan Nandra menjadi anak SMP. Tak ada perubahan besar yang berarti bahkan setelah mereka mengetahui fakta yang sebenarnya. Membuat Ana merasa benar-benar lega melihatnya.
Kalau saat sekolah dasar kemarin keempatnya mengalami perundungan maka di SMP ini hampir tak pernah sekalipun mereka merasakannya. Ada perasaan was-was saat keempatnya melihat Sena dan Sean ternyata bersekolah di sekolah yang sama dengan mereka tetapi ternyata tak ada yang di lakukan kedua anak itu bahkan mereka seperti terkesan mengindari mereka berempat.
Selain itu para bocah itu mulai aktif dengan kegiatan lain di luar kbm wajib yang dijalani yaitu masing-masing dari mereka mengikuti ekstrakurikuler yang ada di SMP Garuda. Jendra yang memilih ekskul basket di samping latihan boxingnya.
Lalu Nandra yang kembali ikut PMR, bahkan dia sudah menjadi anggota aktif dari bulan lalu dan menjabat sebagai anggota inti sekarang mengingat bahwa Nandra sudah memiliki basic dalam kegiatan PMR dia dipilih untuk ikut mengajari siswa lain yang baru menjadi anggota.
Serta Hendra yang ikut klub futsal sekolah, bersama dengan Mahesa sang sahabat mengejutkannya Sena juga masuk dalam klub futsal tetapi walaupun satu ekskul hampir tak ada interaksi antara Hendra dan Sena.
Sedangkan Rendra sepertinya bocah itu masih tak memiliki minat untuk ikut salah satu ekstrakurikuler atau organisasi di sekolah, padahal disekolah ada klub seni. Saudaranya yang lain mengira bahwa Rendra akan ikut klub seni tapi bocah itu mengatakan tidak saat ditanya.
Yang lain sih tidak masalah toh ikut atau tidaknya mereka pada ekstrakurikuler sekolah merupakan urusan masing-masing.
Yahhh tidak ada yang berbeda dari mereka. Kecuali satu yaitu panggilan satu sama lainnya, ingat saat liburan lalu bunda meminta anak-anaknya untuk memanggil dengan sebutan berbeda dari biasanya.
Rendra yang dipanggil mas oleh oleh adik-adiknya, Jendra dipanggil abang dan Hendra yang dipanggil kakak oleh Nandra. Dan satu lagi Nandra sekarang mulai terbiasa dipanggil Dek atau Adek oleh ketiga kakaknya dan Ana.
Alasannya karna Ana sering memanggil Nandra dengan sebutan Dek. Hingga mulai membuat yang lain jadi ikut-ikutan bahkan ayah juga mulai memanggil mereka dengan sebutan itu.
"Kak, mas rendra mana?" Tanya Nandra yang menyusul ke kantin karena harus menemui kakak kelasnya dulu tadi pas bel istirahat baru berbunyi.
"Mas Rendra dikelasnya mungkin, nggak ngecek dulu tadi?" Balas Hendra lalu memasukkan bakso kedalam mulutnya
"Udah, abang juga nggak ada makanya gue kesini kirain tadi udah pada dikantin" Nandra mengambil tempat di hadapan Hendra matanya melirik kesebelah Hendra memandang wajah sahabat abangnya itu yang tengah melongo melihat kearah mereka.
"Lo kenapa Sa?"
Mahesa mengerjap "ahh nggak, gue cuman masih belum terbiasa aja denger kalian manggil gitu"
Alis Nandra terangkat kemudian mengangguk saat mengerti apa yang dimaksud Mahesa.
"Lama-lama juga terbiasa lo dengernya. Gue mesen makanan dulu" Balas Nandra
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Family
Fan-FictionTak sedarah tapi tumbuh bersama. Tak seibu tapi saling bergantung. Tak seayah tapi saling sayang. Lahir dari rahim yang berbeda tetapi di rawat oleh orang tua yang sama. Mereka ada untuk melengkapi satu sama lain.
