Chapter 13 "Panggilan dari Bunda"

5.8K 504 12
                                        

Our Family

Ayah
Bunda
🦊
🐶
🐻
🐰

Anak-anak Ana dan Jeffri sekarang sudah resmi menjadi remaja. Setelah lulus dari sekolah dasar keempatnya sudah mendaftar ke salah satu sekolah menengah pertama yang cukup elit dan berada tak jauh dari rumah mereka. Mengingat keempatnya menggunakan sepeda untuk pulang pergi jadi sekolah yang tak jauh cukup menguntungkan.

Hari ini masih hari liburan mereka setelah kelulusan kemarin, minggu depan  keempatnya sudah akan menjadi murid SMP persiapan pun sudah dilakukan hari-hari sebelumnya jadi mereka tengah santai menikmati akhir liburan.

Ada Rendra yang sibuk dengan kanvas dan catnya, Jendra yang tengah menikmati hembusan angin sambil membaca buku di samping Rendra, Nandra yang tengah belajar menggunakan kamera hadiah dari ayah atas kelulusannya kemarin dan Hendra yang tengah diam sambil menengadah keatas melihat kucing yang tengah nangkring diatas pohon belakang rumah mereka.

Rencananya mereka akan bermain di sekitar komplek tapi melihat hari ini yang mataharinya cukup menyengat membuat mereka mengurungkan niatnya.

"Hahhh" Hembusan nafas Rendra terdengar membuat Jendra mengalihkan fokusnya

"Kenapa ren?"

"Sodara lo tuh" Ucapnya sambil menatap kearah Hendra yang masih setia dengan posisi nya apa tidak pegal ya itu lehernya.

Jendra tersenyum dan mengabaikannya saja, sudah kebal dengan tingkah random saudaranya yang lain, untung Nandra tengah sibuk dengan hal lain dan tidak ikut-ikutan Hendra.

"Lo ngapain sih Hen?" Tanya Rendra

"Ha?"

"Lo ngapain?"

"Ohh, itu kucing belang tiga diatas pohon" Jarinya menunjuk keatas pohon, membuat Rendra mengalihkan pandangannya dan benar saja memang ada kucing belang tiga diatas sana, dan Jendra yang juga mengalihkan perhatiannya

"Terus?" Tanyanya lagi

"Mau pelihara boleh nggak?"

Rendra lelah sungguh, dia berakhir mengabaikan itu dan fokus kembali pada kanvas dan lukisannya, mendengar kata kucing membuat Jendra berdiri dan berjalan menuju Hendra.

"Pelihara Jen"

"Jantan apa betina?" Tanya Jendra

"Nggak keliatan"

"Tapi udah lumayan gede Hen, takut susah ngaturnya"

"Masih anak-anak kok itu belum dewasa kalo dikasih makan sama kita juga nurut kok"

Jendra terlihat berpikir, jujur dia ingin pelihara kucing itu. Fakta bahwa dirinya mengidap alergi bulu tidak menimbulkan kewaspadaan bagi anak itu bahkan Jendra termasuk bebal tidak jarang dia bermain dengan kucing disekolah atau di taman dan berakhir dengan keadaan mengenaskan saat sampai dirumah.

Dari mulai bersin yang tak kunjung henti hingga mata dan hidung yang berair, Hendra juga sama bahkan dia lebih ekstrim lagi tidak jarang bocah itu akan membawa pulang seekor atau dua ekor anak kucing dalam gendongannya dan meminta izin bunda untuk memelihara tetapi berakhir tidak diperbolehkan oleh sang bunda.

Our FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang