47. Modal

1.5K 66 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

"Mah, yang bener itu nasi gorengnya. Jangan kebanyakan garemnya." kata Ale sambil menatap Mama Selvi yang sedang memasukkan garam untuk nasi goreng yang ada di dalam teflon.

"Dikit doang ini Le, kamu nih cerewet banget deh." kata Mama Selvi melirik sebal ke arah putranya itu.

"Ya abisnya Mama banyak banget masukin garemnya. Athe gak suka kalo keasinan Mah." protes Ale sambil mendengus sebal.

Jadi pagi ini Ale sudah merengek pada Mama Selvi agar wanita itu membantunya membuatkan nasi goreng untuk Athe. Dengan keadaan tangan kanannya yang masih memakai penyangga tentu saja Ale kesusahan untuk memasak.

Jadilah pemuda itu merengek meminta pada Mama Selvi untuk memasakkan nasi goreng. Tentu saja dengan arahan darinya agar nasi goreng sesuai seperti yang selalu dia buatkan untuk Athe.

"Ini udah belum?" tanya Mama Selvi yang sedang mengaduk-aduk nasi goreng itu.

Ale mengangguk. "Udah Mah, sekarang bikin telor dadarnya." jawab pemuda itu.

Mama Selvi menghela nafas lega dan langsung menuang nasi goreng itu ke atas piring yang sudah Ale siapkan. Wanita itu kemudian mengambil telur untuk membuat telur dadar.

"Kasih potongan bawang merah Mah, Athe suka." kata Ale sebelum Mama Selvi menyalakan kompor.

"Bawang merah?" tanya Mama Selvi sambil menatap Ale dengan alis berkerut.

Ale mengangguk. "Iya, bawang merah diiris tipis-tipis gitu Mah. Nih, Mama iris tipis aja. Nanti masukin ke dalam telornya terus diaduk pokoknya." kata pemuda itu mengambil bawang merah yang ada di tempat bumbu-bumbuan.

Mama Selvi hanya menghela nafas dan menuruti saja apa yang Ale katakan. Wanita itu dengan telaten mengiris tipis bawang merah seperti yang Ale katakan.

"Katanya Athe gagal? Bener?" tanya Mama Selvi masih terus mengiris bawang merahnya.

Ale mengangguk. "Iya, dia urutan ketiga." jawah pemuda itu sambil menghela nafas.

Mama Selvi menatap Ale sekilas dan memasukan irisan bawang merahnya ke dalam teflon dan mengaduknya agar tercampur di dalam telur. "Terus gimana? Gak jadi nikah dong kalian?" tanya wanita itu.

Ale memajukan bibirnya sebentar. "Ya tetep jadi, pokoknya aku bakal nikah sama Athe." jawab pemuda itu.

"Lho? Kan Athe gagal penuhin syarat dari Herman? Kamu mau nekat? Mau hamilin dia?" tanya Mama Selvi.

Ale berdecak sambil menatap Mama Selvi. "Ya gak gitu Mah.."

"Terus?"

Ale menghela nafas dan menatap ke arah lantai. "Ya aku bakal nunggu dia, sampe kapan pun aku bakal nungguin dia. Aku cuma mau nikah sama Athe Mah.." kata pemuda itu.

Klandestin | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang