17. Acara Kampus

2.3K 93 4
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

.

"Semua udah siap kan ya? Aman kan?" tanya Athe menatap Maya dan juga teman-temannya yang lain.

Semua mengangguk dan mengacungkan jempol pada Athe. "Aman The. Semua udah siap, semoga aja nanti banyak yang dateng ke stand kita ya." sahut Kinar.

Athe mengangguk. Hari ini di kampusnya mengadakan acara bazaar dan juga pertunjukkan seni. Mahasiswa jurusan Pastry  tentunya menyiapkan banyak kue-kuean dan juga makanan manis untuk acara ini. Termasuk Athe dan teman-temannya. Penghasilan dari penjualan mereka nantinya akan disumbangkan untuk kegiatan amal.

Semua mahasiswa jurusan mereka dibagi menjadi beberapa kelompok, namun acara ini hanya  di khususkan untuk mahasiswa semester 3-5 saja.

Acara ini terbuka untuk semua orang, tidak hanya mahasiswa ataupun dosen yang bisa hadir. Bahkan masyarakat umum juga bisa datang dan menonton acara sekaligus membeli semua yang dijual di acara bazaar.

"Semoga nanti stand kita laku banyak ya.." kata Athe.

"Iya The, tadi gue udah nyuruh semua keluarga gue buat dateng dan beli di stand kita. Tenang aja." kata Sania sambil tersenyum.

Athe ikut tersenyum dan mengangguk. Gadis itu melihat membenarkan seragam praktiknya. Hari ini semua mahasiswa Pastry memakai seragam praktik masing-masing.

"Iya The, gue juga udah bilang ke temen-temen gue dari jurusan lain supaya nanti beli di stand kita." kata Maya sambil tersenyum.

Athe mengangguk. Gadis itu masuk ke dalam stand. Semua peralatan yang mereka butuhkan sudah ada di dalam stand itu. "Oke deh, gue mulai bikin kue ya." kata gadis itu meraih celemek dan mulai memakainya.

"Iya The. Bentar lagi pasti ada yang dateng, acara musiknya udah mulai soalnya." kata Maya menunjuk ke arah panggung. Di sana sudah ada beberapa orang yang akan bersiap untuk memulai pertunjukkan.

Athe menoleh, gadis itu mengangguk.

Dan benar saja, saat acara musik dimulai beberapa orang mulai berdatangan. Tidak hanya mahasiswa saja tapi juga masyarakat umum yang ingin menonton.

Athe fokus membuat kue, gadis itu tersenyum senang saat mulai ada yang datang ke stand mereka dan membeli roti ataupun makanan buatan mereka yang lain.

"Gantian The, lo ke depan." kata Maya meraih celemeknya dan menggantikan Athe untuk membuat kue.

Athe mengangguk, gadis itu berjalan ke depan dan mulai melayani pembeli yang datang.

"Eh Athe cantik, udah lama gue gak liat lo. Apa kabar The?" tanya Valdo, salah satu senior Athe di kampus itu.

Athe menatap Valdo sekilas. "Eh Kak Valdo, baik kok Kak." jawab gadis itu.

Valdo tertawa pelan. "Lo makin cantik aja ya The. Udah punya cowok belum The? Kalo belum yuk sama gue, gue lagi kosong nih." kata pemuda itu sambil menaik turunkan alisnya menatap Athe.

Klandestin | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang