1. Namanya Septa

1.4K 239 34
                                        

Sehabis dari UKS, Yolanda berjalan tertatih menuju kelasnya. Bagaimanapun kondisinya, pelajaran akan tetap berlangsung sehingga gadis itu perlu segera menuju kelasnya. Lagipula hari ini juga ada mapel favoritnya, mapel olahraga.

"Sial banget! Udah ditabrak gitu aja, ninggalin pula," decak Yolanda memulai gerutunya.

Saat melewati koridor dekat lapangan, ia melihat ada beberapa kelas yang sedang melangsungkan pelajaran olahraga. Sepertinya sedang ada pertandingan bola yang cukup sengit. Yolanda yang memang sukanya mampir-mampir, ia langsung mendudukkan dirinya di bangku tanam dekat lapangan. Tawanya menyembur pelan saat melihat kelucuan yang sedang terjadi di lapangan sana.

"Yaelah main bola gitu aja kaga bisa, sini gue ajarin," gumam Yolanda mulai ngomong sendiri.

Saking asyiknya ngomong sendiri, Yolanda sampai tak sadar kalau bola itu sedang melaju ke arahnya. Hingga akhirnya-

Duk

Bola itu tepat mengenai wajah Yolanda yang sedang duduk sendirian. Badan gadis itu sedikit terhuyung, pusing mulai melanda kepalanya. Terdengar derap langkah kaki berebutan menuju arah tempat dimana ia terjatuh dari duduknya.

Pandangan Yolanda menjadi buram hingga akhirnya sebelum gelap menyerang, ia mampu melihat samar-samar laki-laki yang menolongnya tepat sebelum tubuhnya menyentuh tanah.

Yolanda terbangun dari pingsannya. Ia sedikit heran kenapa dirinya ada di UKS lagi, sedangkan seingatnya ia sudah keluar beberapa menit yang lalu. Desingan suara mulai terdengar di telinganya, membuat Yolanda mau tak mau mengerang kesakitan.

"Ahh sial, gue abis ngapain sih?" decak gadis itu sambil memegangi telinganya.

Dapat dirasakan tangan lain yang ikut memegang pergelangan tangannya. Membuat Yolanda mendongakkan kepalanya. Matanya yang sedikit buram, mengerjap perlahan agar bisa tau siapa laki-laki yang ada di sampingnya.

"Lo siapa?" tanya Yolanda saat penglihatannya sudah kembali normal.

"Gue tadi yang nggak sengaja nendang bola ke arah lo. Sorry ya, masih sakit nggak?" jelas laki-laki tinggi tegap itu. Ia masih memakai kaos olahraga sehingga Yolanda tidak bisa mengetahui namanya.

"Ck, lain kali kalo main bola itu liat-liat. Udah tau ada orang di pinggir lapangan, main tendang aja," omel Yolanda mulai merasa sebal. Kepalanya berdenyut pelan.

"Maaf, perlu ke dokter nggak?" tawar laki-laki itu.

"Gak usah. Nama lo siapa?" tanya Yolanda yang sepertinya mau menandai laki-laki itu.

Cowok itu tersenyum kecil. Membuat wajahnya semakin tampan.

"Gue Bima kelas XI MIPA 3. Lo Yolanda 'kan?" sahut laki-laki bernama Bima itu.

"Lo tau gue?" beo Yolanda dengan wajah kocakaya.

Bima terkekeh pelan. Gadis di depannya ini sangat lucu ternyata, walaupun covernya galak.

"Ada di nametag lo, cantik," sahut Bima sedikit mendekatkan wajahnya.

Yolanda yang memang sangat anti-romantic, ia langsung mendorong wajah itu. Berdecak pelan hingga akhir ia memutuskan untuk berdiri. Sedikit terhuyung tetapi mampu Bima selamatkan.

"Are you okay?" tanya Bima memastikan.

"Sok inggris lo! Minggir, gue mau ke kelas," tepis Yolanda saat tangan Bima mulai menyentuh anggota tubuhnya.

"Gak mau dianter aja? Sebagai bentuk permintaan maaf gue," tawar Bima lagi.

"Nggak usah. Gue sendiri aja," tolak Yolanda langsung berjalan keluar.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang