46. Peduli

469 177 10
                                        

"Woi bangun! Mau kantin nggak?" tanya Yolanda mengajak Sela untuk pergi ke kantin.

Mata gadis itu memerah. Tanda kalau Sela benar-benar tertidur. Mereka langsung berjalan menuju tempat registrasi buku. Setelah menyelesaikan tahapan meinjam buku, Yolanda dan Sela langsung menuju kantin. Buku yang Yolanda pinjam, masih dibawanya menuju kantin.

Tempat kesukaan anak-anak SMA Angkasa ini, belum terisi banyak manusia. Hanya beberapa anak-anak yang sudah istirahat terlebih dahulu atau mereka yang sedang ada mapel olahraga.

"Mau makan apa?" tanya Yolanda ke arah Sela yang sepertinya masih mengantuk brutal.

"Bakso aja, yang pedes biar melek," balas Sela sambil menguap lebar.

"Oke, tunggu sana," balas Yolanda sambil menitipkan novel kepada sang sahabat.

Yolanda mengantre dengan banyak siswa-siswi SMA Angkasa di depan warung bakso Bu Nuri-kesukaan anak-anak. Untungnya disini belum terlalu berdesakan sehingga Yolanda bisa mendapatkan bakso sedikit lebih cepat.

"Nih, gue sekalian beli es teh kesukaan lo," ucap Yolanda sambil meletakkan nampan penuh berisi bakso dan es teh serta air mineral miliknya.

"Baik banget deh besti gue. Jadi makin cinta!" sahut Sela yang sudah sembuh dari ngantuknya.

Yolanda berdecih ringan. Sela mempunyai kebiasaan hiperbola yang sangat Yolanda benci. Meskipun begitu, Yolanda tetap menyayangi sobat dari kecilnya itu.

"Katanya Davin sakit, udah dianter pulang belum?" tanya Sela sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

"Udah, Septa yang nganter," sahut Yolanda santai.

"Kok belum balik-balik?" tanya Sela lagi.

"Cowok-cowok gue, ngapa jadi lo yang khawatir?" tandas Yolanda melirik sebentar.

"Yeuu orang cuma nanya. Lagian gue udah ada Megan kali," balas Sela mengalah.

"Jadi nikah lo?" tanya Yolanda.

"Jadi lah. Nanti mama kejang-kejang kalo gue batalin," sahut Sela masih santai.

"Kalo mau cerai, jadi janda kembang dong?" ledek Yolanda menyengir kecil.

"Bukannya doain yang baik-baik juga," sinis Sela mendengus pelan.

Yolanda tertawa kecil. Melihat reaksi yang diberikan oleh Sela, membuatnya merasa geli. Saat sedang mengedarkan pandangan, ia melihat sosok tinggi nan tampan berjalan ke arah meja mereka. Yup, itu Bastian yang berjalan bersama sahabatnya mungkin?

"Anjay, tuh cowok cakep amat," celetuk Sela yang ternyata juga sama-sama mengikuti arah pandang sobatnya.

"Katanya udah ada Megan," sindir Yolanda sambil mengalihkan pandanganya.

Gadis itu melahap satu pentol bakso besar dan mengunyahnya dengan brutal. Tak disangka, ternyata Bastian dan temannya mengambil keputusan untuk duduk di depan mereka berdua.

"OMG! Mereka duduk di depan kita!" bisik Sela berusaha memelankan suaranya.

"Gue boleh duduk sini?" tanya Bastian ke arah Yolanda yang sejatinya hanya untuk basa-basi belaka.

"Silakan," sahut Yolanda singkat.

Yolanda mempercepat laju makannya. Ia merasa tidak nyaman karena berhadapan dengan Bastian dan temannya yang daritadi asyik menatap ke arah wajahnya.

"Oh iya kenalin, ini temen gue namanya Aldo. Do, kenalin. Ini Yolanda, kalau yang ini Sela," ujar Bastian memperkenalkan Aldo ke arah dua gadis yang justru saling berpandangan dengan tatapan yang tidak bisa dideskripsikan.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang