29. Mood Swing

417 141 3
                                        

Sepulang sekolah, Yolanda dan Sela sedang duduk di dekat ruang perpustakaan. Mereka terlihat sedang mengobrol ringan.

"Eh tapi emang si Sehun cakep banget nggak sih?" decak kagum Sela sambil menatap foto orang bernama Sehun itu.

"Yaelah, percuma cakep gitu kalo nggak bisa digapai," cibir Yolanda sengaja meledek gadis itu.

"Gitu-gitu lo juga suka 'kan?" sahut Sela tak mau kalah.

Yolanda menyengir lebar. Walaupun barbar begini, Yolanda tetap seperti gadis tulen pada umumnya. Suka makeup, suka styling baju ala-ala cewek yang feminim. Apalagi perkara ngestan idol K-Pop. Yolanda termasuk dalam golongan kaum rahim anget nih!

"Lah udah jam berapa nih? Cowok lo kok belum kesini?" tanya Sela saat sadar kalau mereka sudah menghabiskan banyak waktu.

Yolanda jadi ikut berpikir. Dengan cepat, ia membuka ponselnya. Berniat menghubungi Septa saat ini juga. Teleponnya berdering tetapi tidak diangkat. Tidak kehabisan akal, Yolanda mengirimkan spamming chat kepada Septa.

Yolanda Melviana
Septa, lo dimana?
Jadi pulang bareng nggak?
Gue sama Sela udah nungguin daritadi di depan perpus
Septaaaa

11.02

Hari ini hari Jumat. Wajar kalau Septa mau jumatan, tapi setidaknya laki-laki itu harus memberikannya kabar.

"Cuma centang satu. Apa dia udah di masjid duluan ya?" gumam Yolanda bertanya-tanya.

"Enggak dibales?" tanya Sela sedikit mengintip ke arah ponsel Yolanda.

"Belum. Lo mau balik duluan?" tanya Yolanda balik.

"Niatnya sih gitu. Tapi lo gimana?" balas Sela.

"Ya gue nunggu Septa aja. Udah sana kalo mau balik duluan. Perlu gue anter?" kekeh Yolanda berusaha meyakinkan temannya.

"Beneran ya? Udah ditunggu pak Maman soalnya di depan," Sela berusaha meyakinkan Yolanda lagi.

Setelah melihat Yolanda mengangguk pasti, Sela berjalan pelan menuju gerbang depan. Tak lupa ia melambaikan tangannya ke arah Yolanda yang masih setia menunggu Septa di depan perpustakaan.

"Ni anak dimana sih?" gerutu Yolanda yang mulai sebal karena harus menunggu lama.

"Yolanda Melviana!" panggil sebuah suara dari lapangan.

Sang empunya nama menengok. Rupanya itu adalah Davin, adiknya yang sedang berjalan ke arah Yolanda dengan gaya pecicilannya.

"Lo lagi nungguin siapa?" tanya Davin duduk menjejeri kakaknya.

"Kepo lo," sentak Yolanda mulai bete.

"Yee ditanyain juga. Mau balik sekalian nggak sama gue?" tawar Davin yang tumben sekali berbaik hati padanya.

"Tenang aja, gue nggak ada maksud apapun kok," lanjut Davin saat melihat tatapan keraguan di kedua bola mata kakaknya.

Yolanda yang keburu sebal, ia langsung mengiyakan ajakan adiknya. Mereka berjalan bersama menuju gerbang depan sekolah. Yolanda diam begitupun Davin yang hanya menyanyi ringan mengikuti alunan musik di earphone nya.

"Btw, kita balik naik apa?" tanya Yolanda saat sadar akan sesuatu.

"Naik apa aja dah. Yang penting bisa balik," sahut Davin yang disambut toyoran dari Yolanda.

"Lo kalo ngajak orang tuh minimal udah ada plan-nya dulu, bego!" protes Yolanda yang jadi bete kuadrat.

"Aww sakit njing! Ya ini naik G*Car aja," balas Davin sambil menunjukkan layar ponselnya.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang