34. Car Free Day

383 153 4
                                        

"Septa apaan sih? Lo salah minum obat yak?" sarkas Yolanda yang sebenarnya hanya ingin menutupi salah tingkahnya.

"Enggak. Semalam gue tidur nyenyak kok," balas Septa sambil membersihkan trotoar tempat mereka akan duduk.

"Tapi kok omongan lo licin banget kaya buaya darat?" timpal Yolanda mendudukkan diri di samping Septa.

"Ya gue cuma belajar gimana cara nge-treat cewek aja. Gue bukan buaya darat ya," balas Septa sedikit memberikan penekanan di akhir kalimat.

"Tapi—

"Udah ini makan dulu. Tadi pas lewat ada yang jualan nasi uduk," potong Septa seraya membuka dua bungkus nasi uduk untuk sarapan mereka.

Yolanda menganga heran. Septa ini bukan boyfriend material lagi, tapi sudah masuk ke era husband material.

"Mau nikah abis Sela nggak?" tanya Yolanda begitu saja.

Pertanyaan gadis itu mampu membuat Septa tersedak pada suapan pertamanya. Yolanda membantu Septa membuka tutup botol yang laki-laki itu bawa. Septa meneguk air dengan cepat.

"Eh sorry, gue kira lo belum mulai makan," ujar Yolanda sambil mengipasi wajah Septa yang memerah sampai telinga.

"Gapapa," balas Septa sambil masih terbatuk pelan.

Laki-laki itu masih berusaha menghilangkan rasa gatal di tenggorokannya. Setelah merasa aman, Septa melanjutkan kegiatan sarapan paginya. Yolanda masih terdiam menatap Septa dengan ekspresi sedikit merasa bersalah.

"Lo nggak mau?" tanya Septa saat sadar kalau Yolanda belum menyentuh bungkus nasi uduknya.

"Maaf ya, gue kira lo belum mulai makan," ujar Yolanda persis mengulangi kalimatnya.

"It's okay sayang. Udah ini dimakan dulu, nanti perutnya sakit," balas Septa berusaha sebaik mungkin agar Yolanda tidak merasa tersinggung.

Akhirnya Yolanda mulai menyentuh nasi uduknya. Gadis itu menyuapkan sarapannya dengan khidmat. Keduanya terdiam seraya menatap pemandangan banyak orang yang sedang mengikuti Car Free Day.

"Kok belum ada yang beli?" tanya Yolanda disela-sela kunyahannya.

"Karena belum ada yang mau beli," balas Septa enteng.

"Apa karena marketing kita kurang ya?", gumam Yolanda sambil berpikir alasan risol mereka belum ada pembeli.

Lengah sedikit, Yolanda sudah berdiri meninggalkan nasi dan kekasihnya begitu saja. Anak itu berjalan menghampiri anak-anak kecil yang sedang berlarian di lapangan dalam alun-alun.

"Heh bocil!", panggil Yolanda setengah berteriak.

Kumpulan anak kecil itu menengok ke sumber suara. Mereka berlarian kecil mengerubungi Yolanda.

"Kenapa kak?", tanya salah satu bocil yang terlihat paling dewasa. Mungkin sudah kelas 4 SD tahun ini..

"Kalian kesini sama siapa?", tanya Yolanda sambil mensejajarkan tinggi mereka.

"Aku sama mama papa", balas anak tadi.

"Aku juga", balas anak-anak yang lain.

Yolanda manggut-manggut pelan. Tiba-tiba ia terpikirkan ide gila yang secara spontan muncul di kepalanya.

"Kalian mau eskrim?", tawar Yolanda dengan wajah meyakinkan.

"MAUU!", seru lima anak kecil itu dengan semangatnya.

"Tapi ada syaratnya", sela Yolanda sambil tersenyum kecil.

"Syaratnya apa kak?", tanya anak perempuan yang rambutnya dikuncir dua.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang