54. Menerima Diri

425 134 11
                                        

Dalam perjalanan pulang, ponsel Yolanda berdering berulangkali. Diatas layarnya, tertera nama seseorang yang sudah memiliki janji untuk keluar bersama.

Om Azka is calling...

"Halo om?" sapa Yolanda setelah mengatur nafasnya.

"Halo? Kamu dimana ya? Saya udah di sekolah," ujar Azka dari seberang.

Yolanda mengerjap. Gadis itu lupa kalau ia punya janji keluar bersama Azka.

"Aduh om maaf banget, aku udah pulang sama Davin. Ini udah di arah jalan pulang," sahut Yolanda seraya menepuk bahu Davin sebagai isyarat untuk menepi.

"Siapa?" tanya Davin tanpa suara.

"..."

"Maaf ya om," ujar Yolanda merasa bersalah.

Tak lama setelahnya, telepon ditutup. Meninggalkan rasa bersalah yang teramat dalam bagi Yolanda.

"Kenapa?" tanya Davin penasaran.

"Tadi gue ketemu om Azka. Udah janjian mau keluar bareng abis pulang sekolah. Tapi gue lupa," balas Yolanda lesu.

"Tapi lo udah minta maaf 'kan?" tanya Davin lagi.

Yolanda mengangguk lemas.

"Yaudah gapapa. Namanya juga manusia, wajar kalau lupa," ujar Davin menenangkan.

"Lanjut balik ya," timpal Davin menyalakan kembali mesin motornya.

Sepanjang jalan pulang, Yolanda terdiam dengan perasaan yang kurang tenang. Ia merasa bersalah karena tidak menepati janjinya. Sampai akhirnya, Yolanda tiba-tiba di rumah. Dengan langkah gontai, perempuan itu masuk ke dalam rumah.

"Yolanda pulang ma," gumam Yolanda lemas.

Tidak ada sahutan. Saat Yolanda mendongakkan kepalanya, satu sosok laki-laki tinggi nan tampan terlihat sedang menatapnya.

"Selamat sore, Yolanda," sapa Azka dengan senyuman yang merekah di wajahnya.

"Om Azka?" beo Yolanda tak percaya.

Davin yang mengekor di belakang Yolanda pun menatap heran ke arah Azka yang masih tersenyum lebar.

"Udah pulang? Sini duduk sayang," sela Damar sambil membawa secangkir teh untuk tamunya.

"Eh jadi ngerepotin nih om," timpal Azka menerima cangkir tadi.

"Ah enggak lah. Sini Yolanda, ini Azka mau ketemu kamu katanya," lanjut Damar dengan santainya.

"Kenapa ya om?" tanya Yolanda sembari berjalan mendekat ke arahnya.

"Lho bukannya kamu bilang mau jalan sama saya ya?" tanya Azka balik.

Wajah Yolanda memerah malu. Kenapa Azka harus sefrontal itu?

"T-tapi aku belum mandi," balas Yolanda asal.

"Silakan mandi dulu, aku bisa ngobrol sama papa kamu dulu kok," balas Azka.

"Ye apaan! Nggak ya, gue nggak ngijinin kalian keluar bareng. Inget umur," terobos Davin setelah menyimak pembicara yang menurutnya sangat absurd.

"Davin," peringat Damar.

"Pa! Papa nggak tau umurnya ni orang udah berapa? Yakali Yolanda yang masih piyik disuruh jalan sama om-om modelan dia?" protes Davin.

"Emang kenapa? Azka baru umur 26 kok. Cuma beda 8 taun," balas Damar santai.

"Cuma?" beo Davin tidak habis pikir.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang