45. Kembali Romantis

420 185 28
                                        

Yolanda sudah tiba di kelasnya. Gadis itu menuai banyak pertanyaan yang dilayangkan oleh guru mapel. Untung saja, Yolanda memiliki kemampuan berbohong yang cukup pandai. Sesampainya di tempat duduk milik Yolanda, temannya itu membuat jari peace karena tidak bisa membaca pesan teks yang sudah Yolanda kirimkan.

"Sorry ya, gue nggak sempet buka hp", bisik Sela pelan sekali.

"Santai", balas Yolanda seraya tersenyum kecil.

Akhirnya, seluruh murid kelas XI IPS 2 dapat mengikuti pelajaran dengan penuh khidmat. Begitu juga dengan Yolanda yang walaupun memiliki banyak pikiran, tetapi tetap berusaha untuk tidak membuat keributan.

Di lain sisi, Septa sudah asyik mengerjakan dua puluh soal fisika di depannya. Buku latihan yang anak itu miliki, sudah penuh lekh goresan tinta bolpoin. Menandakan seberapa keras perjuangan yang sudah laki-laki itu lalui selama bersekolah di SMA Angkasa.

"Baik anak-anak. Bagi yang tugasnya sudah selesai, silahkan bisa untuk ditumpuk di meja saya ya. Setelah itu, diperbolehkan untuk istirahat lebih awal", ujar pak Tono di depan sana.

Banyak anak-anak yang menggaruk kepalanya tak gatal. Pasalnya, soal-soal yang diberikan oleh pak Tono ini bukan soal matematika anak SD yang hanya dengan hitungan jadi bisa selesai. Sepertinya, hanya Septa dan beberapa anak perempuan yang terlihat cukup santai.

Sampai pada akhirnya, Septa selesai paling pertama. Laki-laki itu dengan percaya diri melangkah menuju meja pak Tono. Dengan santun, Septa memberikan buku tulisnya untuk diberikan kepada gurunya itu.

Sekilas pak Tono memberikan anggukan pelan saat membaca tulisan di buku milik Septa. Membuat laki-laki itu sedikit merasa lega untuk melangkah keluar kelas. Tujuan pertama Septa adalah kelas Yolanda. Setelah merenung pagi tadi, Septa memutuskan untuk meminta maaf kepada kekasihnya.

"Sambil beli jajan kali ya?", gumam Septa membelokkan langkah kakinya menuju kantin.

Dengan bermodalkan lima belas ribu rupiah, Septa sudah bisa membeli berbagai macam makanan kesukaan kekasihnya. Mulai dari yang pedas, asin sampai manis.

"Ayo semangat! Lo pasti bisa", gumam Septa meyakinkan diri.

Laki-laki itu melangkah dengan penuh percaya diri. Dengan wajah yang terarah ke depan serta senyum yang sumringah, Septa berjalan mendekat ke arah Yolanda yang sedang bercanda degan beberapa teman sekelasnya.

Peka akan situasi, teman-teman Yolanda berjalan mundur meninggalkan gadis itu dengan tanda tanya besar di kepalanya. Yolanda menoleh ke belakang, matanya langsung bertemu dengan netra cokelat milik Septa yang menatapnya dengan tatapan penuh kasih.

"Lo ngapain?", tanya Yolanda ketus.

"Maaf, gue pagi-pagi udah marah. Pasti lo bete 'kan? Nih, buat lo", ujar Septa sambil menyodorkan kantong plastik berisi jajanan.

Yolanda belum menerima ukuran benda itu. Sadar akan banyaknya pasang mata yang sedang tertuju pada mereka berdua.

"Cepet amat sadarnya, kirain mau marahan seminggu", balas Yolanda sambil menerima kantong itu dan mengajak Septa untuk turun ke bawah.

"Maaf, gue lancang bilang yang enggak-enggak. Padahal Davin 'kan calon ipar gue", kali ini ucapan Septa sedikit ngelantur.

Yolanda berjalan menuju taman belakang. Mengajak kekasihnya untuk duduk di salah satu kursi yang masih kosong.

"Kok lo bisa tau kalo gue suka makanan begini?", tanya Yolanda basa-basi. Ia membuka es jeruk peras kesukaannya.

"Tau lah, gue 'kan cowok lo", balas Septa sedikit berbangga diri.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang