9. Berangkat Bareng

746 161 14
                                        

Mobil silver milik Azka susah terparkir sempurna di depan rumah Yolanda. Laki-laki itu masih belum membangunkan Yolanda yang masih tertidur sejak 20 menit yang lalu. Azka yang masih asyik menatap wajah cantik Yolanda, dirinya dikejutkan oleh ketukan pintu mobilnya dari arah luar. Azka menurunkan jendela mobilnya.

"Siapa?" tanya Azka datar.

"Lo yang siapa? Ngapain parkir disini?" sahut laki-laki yang ternyata adalah Davin yang memergoki mobil Azka terparkir sedari tadi.

Saat dirinya melongok ke dalam mobil, matanya tak sengaja menatap perempuan yang sedang terlelap. Tapi, Davin merasa cukup familiar dengan bentuk tubuh perempuan itu.

"Saya nganterin temen," balas Azka masih dengan penuh ketenangan.

"Temen lo? Yang lagi ngorok itu?" tanya Davin dengan masih mengintip dalam mobil.

Azka mengangguk. Dirinya hendak menaikkan kaca jendela, tetapi tangan Davin mencegah tindakannya.

"Yang bener aja! Gue belum selesai ngomong," tegur Davin mulai kehilangan kesabaran.

"Asal lo tau aja, daerah sini nggak ada orang kantoran kaya lo yang belum pulang jam segini. Coba gue liat, siapa cewek yang ada di mobil lo," jelas Davin sambil memasukkan kepalanya.

"Hei kamu ngapain? Yang sopan ya jadi orang," tegur Azka mencoba mendorong keluar kepala Davin.

Yolanda yang mendengar keributan dari samping kanannya, ia mengerjapkan matanya perlahan. Mencoba mengumpulkan nyawanya barang sebentar. Saat sadar dimana ia berada, Yolanda langsung menutup mulutnya. Gadis itu langsung mengecek badannya kesana kemari.

"Huft aman," gimana Yolanda merasa lega.

Back to dua keturunan Adam ini yang sedang berantem di sampingnya. Yolanda yang merasa sebal, ia langsung memukul lengan Azka dengan cukup keras.

"Heh udah ya om jangan berantem sama orang asing," peringat Yolanda sambil menarik lengan Azka yang masih menarik-narik rambut 'orang asing' tadi.

"Aww lepasin gue nggak! Lepasin heh," teriak sebuah suara laki-laki.

Yolanda yang merasa familiar dengan suara ini, ia justru beralih menarik rambut laki-laki tadi. Terpampang jelas wajah Davin yang ikut melongo heran.

"LO?" jerit keduanya dengan wajah super heboh mereka.

Ketiga manusia itu akhirnya memutuskan untuk turun dari mobil. Yolanda yang sudah menjelaskan kepada adiknya secara langsung alasan ia dan Azka kemari dan Azka yang hanya diam mematung seperti patung selamat datang.

"Jadi, ni om-om satu ngenterin lo balik dari rumah Sela. Terus lo ketiduran di mobil tapi nggak dibangunin sama si kampret ini?" tanya Davin mencoba memastikan kesimpulan dari cerita kakaknya.

Yolanda mengangguk pasti. Ternyata Davin dapat memahami penjelasan darinya yang cukup belibet.

"Lo kenapa nggak bangunin Yolanda?" tanya Davin ke arah Azka.

"Karena dia tidurnya pules banget," sahut Azka lempeng.

Yolanda sangat ingin mencabik-cabik mulut frontal Azka, jika saja ia tak ingat kalau laki-laki inilah yang sudah mau mengantarnya pulang.

"Emm terimakasih ya om udah nganterin saya pulang. Silakan bisa langsung pulang aja hehe," ucap Yolanda menahan emosi saat mendengar ucapan pria matang di hadapannya ini.

Azka yang mendengar penuturan Yolanda, ia hanya menganggukkan kepala dan langsung meninggalkan kakak-beradik itu di pinggir jalan dekat rumah Yolanda. Davin masih diam, diam-diam menyusun rencana untuk melaporkan kelakuan kakaknya ke sang mama tercinta.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang