35. Rumahnya Yolanda

385 154 3
                                        

Yolanda dan kekasihnya sudah duduk di depan televisi dengan damai sentosa. Mereka sedang menonton kartun kesukaan remaja sejuta umat. Si kembar botak kesayangan kita semua.

"Lo beneran ngebiarin Davin nyuci semua cucian dirumah?", tanya Septa membuka percakapan.

"Iya, kali-kali dia yang nyuci. Orang tinggal muter mesin juga", balas Yolanda enteng.

Mulut gadis itu dipenuhi snack ringan sisa belanjaannya kemarin. Septa dengan santai menyomot makanan ringan yang sedang Yolanda pangku.

"Doyan bang?", sinis Yolanda yang sejatinya memang tidak terlalu suka berbagi.

Septa menyengir lebar. Meskipun demikian, ia tetap menguyah cemilan itu dengan khidmat.

"Ini kalo udah selesai gimana?", teriak Davin dari ruang cuci.

Yolanda berdecak sebal. Gadis itu beranjak menuju ruangan di pojok rumahnya. Disana terlihat adiknya yang bajunya sudah basah kuyup dan jangan lupakan busa sabun yang melingkari lengan kekarnya.

"Lo abis nyuci apa nyelam ke airnya sih?", tanya Yolanda tak habis pikir.

"Ya gitu. Ini terus gimana? Udah gue bilasin semua", balas Davin sambil mengibaskan kedua tangannya kesana-kemari. Membuat sisa busa ditangannya terciprat kesana-kemari.

"Davin gila lo ya!", pekik Yolanda murka.

"Eh sorry, lagian lo ngapain berdiri di situ dah", balas Davin santai.

"Lo yang aneh segala nyipratin gitu", balas Yolanda tak mau kalah lagi.

Septa yang mendengar pertengkaran dari arah belakang, laki-laki itu berjalan menghampiri sang kekasih dan adiknya yang sudah adu mulut. Untung saja Yolanda tidak menyiramkan sisa sabun cucian ke wajah adiknya.

"Sayang", panggil Septa menginterupsi.

Yolanda menengok. Wajahnya langsung berubah. Davin yang mendengar panggilan itu, ia nyaris memuntahkan isi perutnya.

"Udah dong jangan berantem mulu. Ayo kedepan", ajak Septa seraya berjalan menghampiri Yolanda yang sudah tidak marah-marah lagi.

"Lo juga, kalo udah dibilas ya tinggal direndam di pewangi. Terus tinggal aja, nanti selang beberapa menit lo keringin terus jemur. Jangan mancing Yolanda buat marah-marah terus", lanjut Septa memberikan teguran kepada Davin yang masih melongo heran.

Yolanda melirik sinis ke wajah mupeng adiknya. Davin hanya memperhatikan sepasang kekasih itu berjalan meninggalkannya yang sedang asyik ngebabu.

"Situasi bangsat macam apa lagi ini?", gumam Davin menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata-kata mutiara.

Setelah menghela nafas berat, Davin melakukan instruksi yang diberikan oleh Septa. Merendam pakaian yang sudah di bilas dengan air pewangi.

Sedangkan Yolanda, gadis itu sudah kembali tenang dan duduk di sofa sambil memakan sisa cemilan yang Septa letakkan begitu saja.

"Jangan panggil gue begitu lagi kalo lagi di depan Davin", ujar Yolanda masih sambil menonton televisi.

"Kenapa emang?", tanya Septa memastikan alasan yang hendak kekasihnya berikan.

"Ngga enak aja ngumbar hubungan begitu", balas Yolanda apa adanya.

"Tapi 'kan dia udah tau apa adanya", timpal Septa merasa tidak setuju dengan alasan yang Yolanda berikan.

"Nggak semua orang suka sama hubungan orang lain, Septa", sahut Yolanda sambil mengalihkan perhatiannya pada Septa.

"Kenapa harus begitu? Gue nggak minta mereka ngurusin hidup gue", balas Septa membalas argumen Yolanda.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang