36. Spend His Money

422 174 49
                                        

Mobil BMW Sela terparkir rapi di basemen lantai atas salah satu mall yang terkenal cukup fancy. Yolanda keluar bersamaan dengan Sela dengan kacamata hitam yang bertengger manis di tulang hidungnya.

"Buset, kok gue ngerasa keren banget yak", ujar Sela yang merasa seperti sedang di catwalk fashion week.

"Tetep aja nggak bisa ngalahin cici-cici chindo", balas Yolanda tetap berjalan percaya diri.

Sela menengok pelan ke arah temannya. Yolanda benar-benar cantik, kalau sedang waras. Kaki jenjang dengan proporsi tubuh yang pas, membuat gadis itu cantik dengan berbagai macam jenis pakaian yang dikenakan.

"Lo cantik banget, Lan", puji Sela tanpa sadar.

"Lo juga cantik", balas Yolanda sambil mengedipkan sebelah matanya genit.

Keduanya tertawa geli. Mereka masuk ke dalam mall dengan tangan yang saling bergandengan. Bak bestie kentel sejak jaman orok.

"Mau kemana dulu?", tanya Yolanda yang memang tidak memilki tujuan khusus.

"Emm cari make-up kali ya? Koleksi lipen gue mulai berkurang soalnya", balas Sela santuy.

"Nggak jadi nonton?", tanya Yolanda memastikan.

Sela menggeleng cepat. Ia tak mau menghabiskan waktu hanya dengan duduk pegal menonton film. Yolanda ikut setuju akan jawaban gadis itu. Mereka menaiki eskalator menuju lantai atas, tempat dimana ada banyak tester make-up yang bebas dicoba.

"Tapi lo udah bawa kaya puff atau aplikator sendiri 'kan?", tanya Yolanda setelah ingat sesuatu.

"Udah dong. Ya kali pakai bekasnya orang lain", sahut Sela sambil menunjuk tas selempangnya.

Yolanda mengangguk semangat. Ia hanya berniat untuk menemani, tidak akan beli. Kemarin wish listnya sudah terwujud karena Septa membelikannya lip velvet. Teringat akan hal itu, Yolanda tiba-tiba tersenyum sendiri.

"Kenapa lo?", tegur Sela yang ternyata memergoki Yolanda yang sedang senyum-senyum sendiri.

"Eh? Enggak. Ayo!", ajak Yolanda berjalan cepat menuju stand make-up.

Sore ini cukup ramai. Mungkin faktor sedang weekend juga berpengaruh. Sela sudah kesenangan mencari produk make-up kesukaannya. Sedangkan Yolanda, ia juga melihat-lihat produk yang dipajang barang sebentar.

"Lo mau beli apa, Lan?", tanya Sela seraya membaca shade cushion yang sedang ia pegang.

"Enggak beli kayaknya. Lagi gak pengen apa-apa", balas Yolanda singkat.

"Yah lo mah! Beli apa kek, masa iya gue beli sendiri? Beli ya? Please..", rengek Sela menghentikan kegiatan sebelumnya.

Yolanda sedikit geli saat melihat wajah mupeng Sela yang menatapnya seperti tatapan anak anjing yang sangat lucu. Mau tak mau, Yolanda mengabulkan permintaan sobatnya itu.

"Iya gue beli. Beli apaan tapi?", tanya Yolanda meminta saran.

"Emm beli lipen aja kali ya? Lo pakainya itu-itu aja soalnya", balas Sela sedikit menyindir.

"Gue udah ada banyak. Bedak padat aja kali ya?", gumam Yolanda melirik ke arah tumpukan bedak padat.

Yolanda sudah keasyikan mencoba tester. Nyaris melupakan Sela yang sudah asyik sendiri pula. Di tangan gadis mungil itu, terdapat banyak produk make-up yang sepertinya akan langsung ia beli. Yolanda yang sudah biasa melihat hal itu hanya bisa geleng-geleng heran.

"Lo sengaja mau nguras duit om Andrea apa gimana, Sela?", tanya Yolanda melongo tak habis pikir.

Sela menyengir pelan. Itu salah satu bentuk balas dendam kepada papanya karena telah menjodohkannya dengan Megan. Sela mengangguk yakin, bahkan ia masih berniat mengambil barang yang lebih banyak lagi.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang