27. Bucin Era

550 134 2
                                        

Hari sudah malam, Yolanda dan papanya juga sudah sampai dirumah. Mereka tiba tepat sebelum azan Maghrib berkumandang. Yolanda dengan penuh hati-hati membawa totebag berisi kado untuk mamanya ke lantai atas. Bilangnya sih isinya novel kesukaan Yolanda. Padahal aslinya, mereka bahkan tidak mampir Gramedia karena Yolanda yang meminta langsung pulang.

Kalian tahu alasannya apa? Tentu saja karena Septa sudah membalas pesannya. Yolanda sudah tak sabar untuk berbalas pesan dengan Septa secara bebas. Mampir ke Gramedia 'kan bisa kapan-kapan.

"Kalian cuma beli itu aja?" tanya mamanya seperti mengharapkan sesuatu.

"Enggak dong. Ini ada sushi buat dinner. Tapi maaf ya papa sama Yolan udah makan duluan tadi," sahut Damar dengan jujur.

Mirna berdecih ringan. Ini jadinya kalau Damar disatukan dengan Yolanda. Mereka bahkan bisa lupa waktu kalau dibiarkan keluar berdua.

"Kalian ini, harusnya mampir ke tempat sayur. Mama mau nitip sesuatu," omel Mirna berjalan masuk membawa bingkisan sushi dari sang suami.

"Maaf ya ma, besok jalan sama mama deh. Mau 'kan?" bujuk Damar tak mau memulai pertengkaran.

"Mau lah. Masa sama anaknya terus," sahut Mirna dengan gengsi yang masih saja diunggulkan.

Damar terkekeh pelan. Mereka berdua asyik bermesraan tanpa sadar ada Davin yang sudah menunggu makan malamnya dihidangkan.

"Mama mana sushinya? Malah asyik mesra-mesraan," tegur Davin dari balik sofa.

Mirna terkejut kala mendengar teguran dari putra bungsunya. Cepat-cepat ia melepaskan pelukan sang suami dan mengambil beberapa buah sushi untuk disajikan kepada Davin.

"Kamu ini, lain kali ambil sendiri 'kan bisa. Jangan suka nyuruh-nyuruh begitu dong," tegur Damar berjalan ke arah Davin yang asyik bermain PS4.

"Yee bilang aja papa nggak mau diganggu pasti lagi romantis-romantisan," balas Davin skakmat.

Damar menutup mulutnya rapat. Davin ini sedikit mirip dengan Yolanda tentang cara berdebat. Ia tak akan mau mengalah.

"Udah-udah, ini sushinya dimakan dulu. Jangan game terus," tegur Mirna sambil membawa dua piring sushi.

Mereka bertiga asyik menghabiskan waktu bersama di lantai bawah. Sedangkan Yolanda? Ia sudah berganti pakaian santai dan sedang asyik berbalas pesan dengan kekasihnya.

Septa Rahmawan
Udah sampe
Maaf baru balas, abis bikin risol soalnya

17.56

Yolanda bahkan baru membuka pesan itu selepas magrib. Secara tiba-tiba Yolanda mulai menunjukkan gejala aneh. Ia mulai cengengesan sendiri dan mulai membayangkan sesuatu yang tidak-tidak.

"Septa lagi ngapain yaa," gumam Yolanda bertanya-tanya.

Yolanda Melviana
Iya gapapa, gue juga baru balik jajan
Lo lagi ngapain?

18.17

Satu menit, dua menit dan menit selanjutnya belum ada balasan. Yolanda tidak sabaran. Dengan santainya ia langsung menekan ikon telepon. Layar ponselnya menunjukkan tulisan berdering. Pada deringan kedua, Septa sudah mengangkat telepon itu.

"Halo?" sapa Septa diseberang sana.

"Halo. Lama banget sih bales pesannya?" semprot Yolanda begitu saja.

Terdengar kekehan pelan. Suara Septa sedikit berubah saat di telepon. Cenderung lebih berat dan sedikit serak. Apakah dia sedang batuk?

"Maaf ya, gue lagi ngerjain tugas soalnya," balas Septa dengan lugunya.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang