7. Main ke Rumah Sela

866 184 14
                                        

Setelah acara salam-salaman dan pertemanan tadi, Davin langsung Yolanda antar ke rumah. Gadis itu ikut izin karena harus menjaga adiknya. Biasanya kalau masih siang begini, mamanya sedang ke kantor papa untuk mengantar makan siang atau hanya sekedar mengunjungi papanya.

"Huftt ngerepotin aja lo," omel Yolanda setelah berhasil memapah tubuh besar Davin sampai sofa ruang tamu.

Mereka pulang menaiki taksi. Motor matic adiknya rusak cukup parah, masih di bengkel. Tak mau ambil resiko, Yolanda memilih memanggil taksi online supaya sampai di rumah dengan selamat. Dibantu Septa, Yolanda mampu memasukkan tubuh Davin ke dalam taksi. Walaupun telinganya harus mendengarkan erangan panjang Davin yang memang sangat rewel kalo sedang sakit.

"Lo udah gede, nggak usah banyak bacot deh," lanjut Yolanda saat melihat Davin yang hendak protes.

Yolanda mengambilkan Davin segelas air. Membiarkan bocah itu menghabiskan minumnya sampai tandas. Yolanda turut mendudukkan diri di samping adiknya. Menatap lurus ke arah luka-luka di tubuh Davin yang sebenarnya tidak separah itu. Walaupun memang ada beberapa luka yang mengharuskannya diperban.

"Masih sakit banget? Mau ke rumah sakit nggak?" tanya Yolanda mencoba perhatian.

"Nggak, udah nggak sakit," tolak Davin cepat.

Dengan jahil, Yolanda menyenggol lengan kanan Davin yang mendapat luka paling banyak. Tentu saja dihadiahi erangan sakit dari bibir adiknya itu.

"Shh sakit bego! Main senggol-senggol aja," sungut Davin tak terima atas perlakuan kakaknya.

"Gitu aja meringis lo. Giliran kalo naik motor, gayaan mau ngeprank malaikat maut," sinis Yolanda beranjak berdiri.

"Heh mau kemana lo?" tanya Davin saat sadar jika Yolanda berjalan menjauhinya.

"Mau mandi bentar. Lo diem aja disini, nggak lama," sahut Yolanda santai.

Gadis itu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Melepas beberapa aksesoris seragamnya yang masih menempel. Yolanda merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk yang sudah melambai-lambai sejak dirinya menginjakkan kaki ke ruangan favoritnya ini.

"Huahh enak banget bisa rebahan gini," gumam Yolanda sambil menggesek-gesekkan kakinya.

Sesaat ia kepikiran Septa. Setelah memasukkan tubuh Davin, laki-laki itu langsung masuk begitu saja ke sekolah. Bahkan tidak mengatakan kalimat apapun untuknya.

Ting!

Suara dering notifikasi dari ponsel mengalihkan perhatian Yolanda. Dengan cekatan, ia mengambil benda pipih itu dan mengeklik notifikasi yang barusan masuk di ponselnya.

Selanjing🐶
Gue tadi ada acara keluarga, sorry banget baru bales
Gue kelupaan chat lo
Besok gue berangkat kok
Udah kangen banget ya? Ahaha

12.07

Setelah membaca isi pesan tadi, Yolanda menyemburkan tawanya pelan. Mereka benar-benar satu frekuensi. Yolanda yang kalo ngomong suka asal nyablak dan Sela yang memiliki tingkat kepedean diatas rata-rata. Sudah klop kalo disuruh malu-maluin orang disekitarnya.

Yolanda Melviana
Kaga ya anying, kirain lo mau nikah atau gimana gitu
Balik mampir sini dong, gue udah dirumah ini

12.10

Setelah mengirimkan balasan, Yolanda langsung beranjak dari tidurnya. Ia lupa kalau di bawah ada Davin yang luar biasa cerewetnya. Kalau anak setan itu tau Yolanda belum mandi, bisa-bisa malah terjadi perang dunia kesekian diantara keduanya.

MY CUPU BOYFRIEND Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang