Pertanyaan Angga cukup membuatnya tercengang. Selama ini tidak ada yang mengetahui jika Ziah menemukan cctv.
"Lo nanyain Cctv, itu punya Lo?" Ziah akhirnya melontarkan pertanyaan kepada Angga memastikan.
"Lo bener. Itu memang punya gue. Gue punya alasan kenapa gue masang cctv itu di kelas. Alasan gue taruh cctv di kelas karena gue selalu dapet teror. Semenjak adik gue meninggal, gue selalu diteror setiap jam upacara dan jam olahraganya. "
"Ziah, bahkan yah gue selalu dapet benda-benda aneh, mulai dari bangkai tikus, boneka berdarah hewan, dll. Gue nggak tau harus gimana, biar teror itu berhenti nyerang gue..."
" Gue penasaran siapa orang iseng itu, makannya gue coba pasang cctv. Dan saat gue pantau dari handphone, cctv gue gak ada gambar nya."jelas Angga panjang-lebar dengan wajah yang sedikit ketakutan.
Ziah mendengarkan jawaban Angga cukup terkejut. "Lo pernah beli jaket yang bagian belakang bergambar harimau?"
Ziah teringat atas nama yang terdapat dalam buku arsip penjualan toko jaket di pasar. Jaket tersebutlah yang dipakai dalam video misterius, di mana terdapat seorang yang membunuh satpam sekolah.
Angga menggelengkan kepala, "Aku nggak pernah beli jaket yang ada gambar harimaunya. Emangnya kenapa soal jaket gambar harimau?"
Ziah mengangguk melihat ekspresi serius dan jujur dari Angga. Ziah memilih untuk tidak menjelaskan apapun ke Angga, "Pas Minggu sore sampai magrib, di h-1 sebelum hari kematian pak satpam, Lo sempat mampir ke sekolahan?"
Angga menggelengkan kepala, "Lah ngapain ke sekolah hari minggu. Gue lho di hari Minggu ke rumah nenek gue, mandiin kambing dan ngerawat kambing seharian sampai menjelang magrib gue masukin kambing ke kandang. "
"Lo ada buktinya gak, kalau Lo emang di hari Minggu seharian di rumah nenek Lo?"
"Seriusan gue nggak bohong. Kalau Lo gak percaya, Lo bisa dateng ke rumah nenek gue sekarang dan di sana ada sepupu gue yang tau hari itu gue ke rumah nenek gue. Dan Lo juga bisa tanya Mama gue di rumah, karena hari itu mama gue juga nginep di rumah Nenek."
"Oke, berapa cctv yang Lo pasang di kelas?"
" Satu. Gue cuma meletakkan satu cctv di bawah meja gue. Gue belum sanggup kalau beli dua."
Ziah mengangguk paham, "Ada satu lagi, gue temukan terpasang di penghapus kelas yang sobek. "
"Maksud Lo, berarti ada yang mantau di kelas kita diam-diam? Apa itu juga termasuk pembunuh yang udah mindahin mayat satpam sekolah di kelas kita." ungkap Angga memahami kesimpulan yang didapat.
"Tapi kedua Cctv ini sudah rusak dan gak berfungsi. Gue yakin ada orang lain yang ngambil cctv punya Lo." lanjut Ziah mengeluarkan dua cctv mini dari dalam kantung celana olahraganya.
" Hah, kok bisa jadi rusak? Pantesan, cctv-nya mati. Apa mungkin gue salah beli cctv yang kw dah rusak dari sananya." Angga terkejut kemudian mencerna.
"Lo bisa cek sendiri. Coba diliat ini salah satu cctv ini, beneran cctv yang punya Lo bukan." ujar Ziah mengeluarkan dua cctv itu dari saku celana olahraganya, lalu memberikan kepada Angga.
Angga menerima cctv itu lalu mengangkat cctv mungil satu persatu itu memperhatikannya dengan seksama bolak balik. "Lah,"
"Ini mah bukan punya gue. Punya gue itu ada stiker kecil huruf A di atas sini, gue tempel stiker itu biar keren dikit. Terus bentuknya juga beda. Punya gue bulat, dan ini kotak. " lanjutnya melihat bentuk cctv-nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jam Pelajaran Olahraga
Mystery / ThrillerPelajaran Olahraga sebagai pelajaran yang diminati para siswa sebab tidak hanya dilakukan di kelas melainkan di luar kelas yakni lapangan. Bagaimana jika jam pelajaran olahraga itu menjadi momen jam paling mengerikan? Si tokoh utama lelaki bernama...
