hal-54

32 2 1
                                        

Pukul 22.40

"Tim pertama, awasi seluruh tempat yang ada di dalam sekolah.  Laporkan dan kabari cepat gerakan mencurigakan apapun itu yang ada di sekolah." 

Dua puluh orang berpencar masuk ke dalam sekolah. Memanjat pagar bergantian. 10 orang menjaga sisi luar sekolah. Malam yang mencekam dan tegang. Mereka kompak mengenakan masker hitam dan sapu tangan putih. Mereka bersembunyi di beberapa tempat.

"Halo, Nona. Kami sudah membagi tugas berjaga di beberapa titik, Nona" ucap seorang bersembunyi di atas pohon.

"Tes, halo woi gimana yang lain, cctv?"

"Cctv sedang kami pasang di seluruh titik. "

"Ada seorang yang meletakkan peledak di kelas lantai atas!"

"APA! GILA, mereka nggak punya hati atau gimana?"

"Saya denger mereka geng gelap yang lagi terkenal dan di buron polisi. Polisi bahkan belum bisa nangkap satu anggota pun."

"Oke, semangat bro! Kita buktikan kalau kita yang bakal menang dalam misi,"

"Semuanya masing-masing amati ada berapa peledak yang diletakkan dalam sekolah. " Ziah bersuara saat melepas kaca jendela kamarnya yang hancur usai di lempar batu bata.

"Bahaya kalau bomnya banyak, sedangkan besok bukan hari libur. Bisa-bisa sekolah ini hancur dan memakan banyak korban."

"Kita antisipasi itu, amankan bom yang berada di sekolah. "

"Bagaimana jika mereka curiga bomnya menghilang?"

"Kita tukar dengan petasan bersuara bom bagaimana, atau kita pasang sound bom di sekolah seolah-olah bomnya meledak."

" Saya menemukan peledak bom di dalam kotak sampah, saya jadi khawatir bagaimana jika kita tidak menemukan semua bom yang di sembunyikan."

"Kita pakai rencana B, amankan seluruh siswa, guru, staf, dan satpam, serta lainnya yang ada di sekolah. Jangan sampai ada yang terjebak satu orang pun di dalam sekolah,"  Ziah memberikan instruksi dalam telponnya. Mengepalkan jemarinya, seketika membuang kertas teror yang didapatkannya di kotak sampah.

"Baik, siap Bos! Laksanakan!"

###


"Maaf, Bos rencana kita gagal. Ada yang menyadap aksi kita bos, mereka berhasil melumpuhkan banyak anggota kita Bos. "

Bos Teiger yang mendengar itu seketika membanting gelas kopi  ke lantai. Pecahan gelas itu seketika menggoreskan telapak tangannya sendiri, "Ifafa anda berani bermain-main dengan saya?"

"Kumpulkan anggota inti sekarang! Lihat saja siapa yang akan menang, saya akan menghancurkan siapapun yang menghalangi rencana saya,"

"Baik, bos." Seorang itu seketika mengeluarkan ponsel dari sakunya, menghubungi seorang.

Darel mendengar hal itu, seketika melangkah masuk ke dalam ruangan Lelaki tua. Dengan santai Darel mengambil buah apel utuh, dan duduk santai di sofa. "Kakek, kenapa Kakek berambisi menghancurkan sekolah itu? "

Teiger yang mendengar itu seketika menggenggam pecahan gelas itu sampai darah merembes di tangan kirinya.  " Karena pemilik sekolah itulah yang telah membunuh Nenekmu Darel! Kakek akan balas dendam pada mereka yang telah menghancurkan keluarga kita."

Darel berdiri menarik tangan Teiger,  Mengambil pecahan gelas yang sengaja guna melukai telapak tangan Teiger. " Jangan lukai tangan Kakek  lagi, jika ingin membalas dendam. Nanti yang ada Nenek akan sedih di alam sana. "

Jam Pelajaran Olahraga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang