hal-49

46 3 0
                                        

Boby dan Tyas telah sampai di kawasan parkiran rumah sakit. Mereka berdua berjalan pelan seraya memperhatikan ke arah sekeliling.

"Yas, itu mobil mereka. Gila, bos D kirim anak buah sebanyak itu. Kita harus gimana, Yas? Kita nggak mungkin bisa lawan mereka semua."

Tyas merogoh sesuatu dari saku roknya, yang mana mengeluarkan masker. Memberikan ke Boby. "Pake ini, jangan sampe kita ketahuan. Kita harus lebih cepat dari mereka. " 

"Oke, siap. Kalau gitu ayok sekarang kita keruangan Kiara dulu setelah itu ke ruangan Gilang." Boby mengatakan sambil mengenakan masker.

Tyas menatap segerombolan mobil hitam memasuki kawasan rumah sakit. Kemudian beralih melihat jam di tangannya," Bob, Sebaiknya kita bagi tugas, Gue ke ruangan Kiara dan Lo ke ruangan Gilang. Gue rasa ini lebih cepat. "

Boby menggelengkan kepala dengan cepat, menolak rencana Tyas" Nggak mau! Jangan pencar Yas, bahaya. Gue takut Lo sendirian nanti kenapa-napa. Biar kita bareng aja ke sananya, oke?"

Tyas mengambil topi pink yang tergantung di motor Boby, mulai meletakkan topi itu di atas kepala Boby. Memasang topi miliknya di atas kepala Boby yang hampir menutupi kedua mata Boby.

"Gue aman. Ikuti rencana gue." Tyas berbisik pelan. Tersenyum tipis mulai berlari pergi meninggalkan Boby yang terdiam.

Boby menatap Tyas yang telah pergi begitu saja. " Asem, jantung gue." Boby menggelengkan kepala, sebab merasakan jantungnya berdebar-debar. "Gue harus periksa ke dokter soal jantung gue."

###

"Han, Lo cari tau identitas nama mereka berlima yang di atas rooftop itu. Biar gue sama Bara bagi tugas pecahin kode itu. Gue ke kelas sepuluh IPS 1 dan Bara yang ke kelas sebelas IPA 1." Jelas Fathur dengan tenang.

"Oke, siap thur. Serahin ke gue. Gue bakal cari tau nama mereka. " jawab Farhan tersenyum bersemangat.

Fathur mengangguk, entah rencana ini akan berhasil atau tidak. Setidaknya dengan adanya rencana ini kita bisa menyelamatkan anak-anak harpa yang jadi korban.

Fathur menepuk Bara. Mengetikkan sesuatu di ponselnya. Kemudian menunjukkan layar note itu ke Bara. " Bar, Lo ke kelas XI IPA 1. " Bara mengangguk setuju.

Mereka bertiga mulai berpencar ke arah yang berbeda.

Fathur tersadarkan dari Flashback lima belas menit yang lalu. Fathur tertegun. Ketika melihat dari kejauhan Farhan, temannya itu yang tampak bersemangat. Terlihat berlari menerabas keramaian. Menyapa anak-anak harpa yang mengenakan baju olahraga.

Sedangkan, Bara temannya satu lagi tampak berlari menuju tangga ke arah kelas deretan kelas XI IPA 1, yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lapangan basket. 

"Woi, di atas mereka berantem!"

Fathur mengembuskan napasnya sebentar saat sekilas menatap ke arah rooftop, yang di mana melihat Ziah dari kejauhan di atas sana.

Fathur memasukkan ponselnya, seketika mulai berlari menuju kelas X IPS 1. Lorong jurusan IPS kali ini terlihat sepi, tidak biasanya yang selalu ramai nongkrong di depan kelas. Sepertinya banyak anak IPS yang menuju kerumunan di lapangan.

BRAK!

Suara gebrakan yang di dengarnya itu membuat Fathur seketika berlari, lalu berbelok ke arah sumber suara itu. Suara itu berasal dari gudang kedua letaknya dekat kelas paling ujung X IPS.

Jam Pelajaran Olahraga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang