"Woi, jangan kabur Lo!" teriak seorang rambut kriting masih tidak berhenti mengejar Fathur.
Fathur tak menyerah terus berlari lebih kencang dengan khawatir. Melewati halaman rumput belakang sekolah. Fathur berlari dengan tak fokus melihat depan, terus menoleh melihat ke arah dua orang yang terus mengejar.
BRUK!
"Aw! Aduh." Fathur terjatuh akibat tersandung batang kayu tanaman berduri. Lututnya tak sengaja tergores duri itu dan terjatuh di bebatuan yang lancip ujungnya. Fathur meringis kesakitan merasakan ngilu di lututnya.
"Yah, berdarah lagi." Fathur berkata pelan, mengamati lututnya berdarah, segera berupaya bangkit berdiri.
Ketika suara tapak kaki dua orang dari belakang terdengar tak henti mengejarnya. Fathur bergegas lari meski kecepatan larinya semakin lambat. Saat luka di lututnya mulai terasa lebih perih
Bugh!
Seorang menendang keras bahu Fathur dari belakang, seketika Fathur kehilangan keseimbangan berdiri, tersungkur ke depan terkapar di tanah.
Orang rambut pirang kuning itu seketika tersenyum puas saat menghajar dirinya dari belakang. "Lo bakal mati di tangan gue."
"Gue nggak sudi mati di tangan orang jahat kayak Lo!"
"Kerja bagus, bro! Jangan sampe lepas." Orang rambut kriting itu mengangkat jempolnya, seraya mengembuskan napas lelah setelah aksi kejar-kejaran.
"Lo, mau kehilangan kaki Lo?" tanya orang pirang kuning itu mulai menginjak kaki Fathur tanpa melepas sepatu. Bergerak menekan injakan di kakinya lebih kuat.
"Arghh aw, perih! Ampun-ampun," Fathur mengerang sakit ketika seorang itu menginjak tengkuk belakang kaki. Lututnya yang baru terluka terasa sangat perih saat bersentuhan tanah.
Aroma bau tidak mengenakan dari sepatu orang rambut pirang kuning itu menguar, membuat Fathur mulai menutup hidungnya.
Fathur tidak tahan lagi merasakan perih di kakinya. Tangannya Fathur gemetar meraih pasir di depannya, menggenggamnya erat lantas melempar pasir ke arah mata orang rambut pirang kuning yang menahan belakang kakinya. Menyebabkan debu-debu beterbangan.
"AH, BANGSAT LO!" Seketika orang rambut pirang itu mengusap matanya hingga tanpa sadar menggeser kakinya menjauh dari menginjak kaki Fathur."Hatcim!"
Fathur merasa sedikit lega saat kakinya tidak lagi diinjak. Fathur menutup hidungnya, melihat orang rambut pirang itu mulai panik, mengucek mata yang terkena debu. Bahkan menghalau debu-debu beterbangan lagi ke arahnya. Fathur memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur.
"Rasain Lo!" Fathur mengambil lagi pasir lebih banyak dengan dua tangan digenggamnya. Terakhir melempar lagi ke arah pandangan orang rambut pirang itu. Hingga orang itu emosi karena kelilipan, terus-menerus mengucek matanya yang terkena debu.
Fathur bergegas memanfaatkan hal itu untuk kabur. Melupakan rasa sakitnya saat berlari.
Bugh! Namun tak lama dari arah samping, pipinya Fathur ditonjok orang rambut kriting yang ternyata masih berada di dekatnya. Jemari Fathur bergerak mengelap hidungnya yang keluar darah mimisan.
"Anjing Lo!" Orang yang meninjunya yaitu orang rambut kriting itu mengumpat kesal. Seketika emosi menarik kerah baju Fathur, meninju wajahnya berkali-kali sampai pipinya mulai lebam. Fathur tampak pasrah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jam Pelajaran Olahraga
Mystery / ThrillerPelajaran Olahraga sebagai pelajaran yang diminati para siswa sebab tidak hanya dilakukan di kelas melainkan di luar kelas yakni lapangan. Bagaimana jika jam pelajaran olahraga itu menjadi momen jam paling mengerikan? Si tokoh utama lelaki bernama...
