hal-50

47 4 0
                                        

"Vara, woii turuun! Mau Mie Ayam gak? Gue Traktiir deh!"

"Invaaa, jangaaan Lompat! Gue mau bayar uang kas nih!"

"Hervaaa, jangan nekat!besok kita tanding basket sama sekolah sebelah!"

"Bro, Lo kenal anak yang di atas rooftop itu?" Farhan menanyakan dan menghampiri tiga orang yang terlihat kenal dengan anak-anak di atas.

"Kenal, gue temen sebangku cewek yang gak pake seragam olahraga itu. Kenapa bro?" jawab seorang yang memakai topi.

"Ouh namanya Vara. Lo kelas berapa bro?" Farhan mengangguk saat mendengar cowok baju olahraga itu menjawab dengan santai.

"Gue Tero, kelas X IPA 1, Gue bingung dan nggak nyangka sama sekali, kenapa Vara temen gue mau nekat ngelakuin itu. " kata cowok bertopi yang mengenakan seragam olahraga harpa.

"Ini bukan Vara yang gue kenal. Gue tau banget kalau dia nggak selemah itu. Dulu dia pernah nolongin orang yang hampir bunuh diri. Yah, dia orang yang benci sama orang yang suka melukai dirinya sendiri."

Farhan tersenyum, mulai mengembuskan napasnya terasa berat. "Gue penasaran kenapa sekarang mereka berlima nekat mau bunuh diri."

"Gue berharap banget mereka berlima nggak jadi bunuh diri." lanjut Farhan dan mendapat anggukan dari cowok bertopi.

"Gue juga berharap yang sama, bro." kata cowok bertopi itu.

Farhan berjalan pergi usai mendapatkan informasi tentang kelima cewek tersebut. Segera mengeluarkan ponsel dari sakunya, menelpon Fathur.

"Kok nggak diangkat sih. kemana lagi lah nih anak?" gumam Farhan dengan kesal. Mulai berkali-kali menelpon Fathur. "Asem, nggak diangkat. Apa tuh anak lagi dalem bahaya yaa."

Farhan beralih mengetikkan chat di grup. Kemudian berlari sambil menggenggam erat ponselnya.

BRUK!

Farhan menabrak seorang cewek yang juga terlihat berlari tanpa melihat arah. Cewek itu membawa kresek donat hingga tercecer ke lantai.

"Duh, maaf." ucap Farhan menggaruk kepalanya merasa bersalah. Farhan mulai membantu memasukkan donat, tak lama mengernyit mengamati donat itu. "Eh maaf, bukannya donat ini udah basi? Liat ini Jamuran."

Cewek itu hanya diam, merebut donat yang dipegang Farhan, dan memasukkan cepat donat-donat itu kedalam kresek. Lalu cewek itu pergi tanpa bersuara apa pun.

Farhan bangkit berdiri mulai menggelengkan kepala, "Aneh banget itu cewek. Buat apa coba 10 donat basi itu? Mana tadi donatnya keliatan toping atasnya bukan mesis tapi banyak streples " Farhan menghela napas, "Nggak mungkin buat bunuh diri kan? "

Farhan menepuk jidatnya, saat mengingat
sesuatu lima detik sebelumnya. Segera berlari menyusul cewek itu.

"Duh, Maaf!" ucap Farhan mendekat, memunguti donat. Farhan sedikit kaget saat melihat lengan kanan cewek itu banyak luka goresan.

Cewek itu yang menyadari diperhatikan Farhan, segera menutupi lengan dengan menarik ujung jaket merahnya. Cewek itu terlihat gelisah dan panik, saat lengannya yang terluka diketahui oleh orang lain pas meraih sisi jauh donat. Cewek itu bergegas pergi berlari lebih cepat.

"Mbak, "

"Kak, Tunggu!" Farhan berlari saat tersadarkan oleh flashback detail sebelumnya. Farhan berlari dengan semangat mengejar cewek itu, yang tampak ketakutan saat tahu telah diikuti olehnya.

Jam Pelajaran Olahraga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang