Farhan berlari mengitari seluruh area sekolah, hingga kini berdiri di dekat gerbang sekolah dengan napas tidak beraturan naik turun. "Gue harus cari ke mana lagi hah. Huh... huh..., Bara Lo di mana sih?
Farhan merogoh kantung celana olahraganya untuk mengambil ponsel. Kemudian menghubungi nomer yang dicari, tertera nama kontak tersebut Tante Rara.
"Halo Tan, Ada Bara gak? Bara udah pulang ke rumah belum yah? Atau Bara lagi ke rumah sakit?" tanya Farhan memastikan keberadaan Bara.
"Bara kan belum pulang sekolah. Lho, memangnya Farhan hari ini enggak masuk sekolah yah sampai nanyain Bara." Farhan menghela napas ternyata Bara menghilang.
"Disambung lagi nanti yah Tante. Dah, Tante..." Farhan mematikan ponselnya. Farhan mendapati Pak satpam baru yang sedang duduk di post samping gerbang.
"Bapak liat temen saya, namanya Bara lewat sini nggak?"
Farhan menatap Bapak itu tampak bingung. "Ouh maaf Pak, ini pak tampang muka temen saya." Farhan menunjukkan foto Bara sedang memegang balon di hadapan Pak Satpam sekolah baru.
"Ouh gitu yah, kalau Bapak perhatikan tadi ada gak mobil lewat atau motor keluar gerbang Pak?"
"Enggak lihat, dari tadi enggak ada yang keluar. Kecuali satu mobil kepala sekolah." jawab Pak Satpam bernama Edo.
Farhan melotot mendengar nama kepala sekolah. Menggelengkan kepala beberapa kali. "Enggak mungkin kan kepala sekolah yang menculik Bara?"
Farhan melihat ke arah jalan raya di seberang. Dari kejauhan terlihat seorang anak kecil tampak berlari ketakutan sambil menggenggam toples berisi kupu-kupu. "Pak saya izin keluar sebentar!"
"Tidak diizinkan. Silakan kembali ke kelas. Semua siswa dilarang keluar sekolah." Seorang satpam menahan langkahnya.
Farhan melihat anak kecil itu menangis sambil berlari. "TEMEN SAYA HILANG DI CULIK PAK! Hah... huh, huft...Ba-pak jangan ngelarang saya! "
"Please izinin saya untuk mencari teman saya yang sedang hilang. Saya takut teman saya kenapa-kenapa" Farhan kemudian merendahkan suaranya.
Tidak lama gerbang dibuka, Farhan berlari keluar gerbang menyebrangi jalanan raya. Farhan mengejar anak perempuan yang tadi dilihatnya tampak ketakutan.
"Dek tunggu!" Farhan terus-terusan berlari menyusul anak kecil yang masih terus berlari melihat ke arah belakang.
Farhan kemudian berhenti berlari sebentar karena napasnya tersengal-sengal kelelahan. Farhan tersenyum ketika melihat pedagang kaki lima penjual permen kapas arum manis.
##
Sampai di rumah sakit, Ziah terjatuh lemas kelelahan. Selepas menggendong Fathur tanpa jeda menuju ke rumah sakit yang jaraknya tidak terlalu dari sekolah.
Ziah dan Revo menunggu di depan ruang operasi Fathur. Revo tengah sibuk menghubungi keluarga Fathur lewat ponselnya.
Kemudian Ziah mulai menelpon Farhan.
"Halo, Zi."
"Bara udah ketemu?"
"Belum, ini gue masih berusaha nyari. Ouh yah Lo masih di lapangan kan yah? Bilangin ke Fathur yah gue masih nyari Bara. Takutnya tuh anak khawatir karena gue pergi tiba-tiba ninggalin dia di kamar mandi buat nyari Bara yang tiba-tiba ngilang gitu aja."
Ziah mengangguk, sepertinya Farhan belum mengetahui jika Fathur sedang terluka. "Fathur terluka parah, sekarang operasi di rumah sakit dekat sekolah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Jam Pelajaran Olahraga
Misteri / ThrillerPelajaran Olahraga sebagai pelajaran yang diminati para siswa sebab tidak hanya dilakukan di kelas melainkan di luar kelas yakni lapangan. Bagaimana jika jam pelajaran olahraga itu menjadi momen jam paling mengerikan? Si tokoh utama lelaki bernama...
